Terjemah Kitab Taisirul Khallaq

TAISIR

jum'at 7 November 2014 pukul 00:22.wib


CAHAYA AKHLAK
TERJEMAHAN KITAB
TAISIRUL KHALLAQ FIL ILMI AKHLAQ
karya Hafid Hasan Mas’udi
disusun oleh : santri dayah madinatul fata


BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIM..




 Assalamu’alaikum Wr. Wb
Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara semesta Alam. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan para sahabatnya.
Alhamdulillah, saya telah membaca sekilas hasil karya anak kami ini, Terjemahan Kitab Taisir al-Akhlaq sebagai suatu karya amal jariyah dalam membedah ilmu tasauf. Secara sekilas saya simpulkan bahwa buku ini adalah alihbahasa untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat luas dalam memahami dan mengamalkan konsep akhlaq al-karimah.
Saya beryukur sekali atas upaya dan karya anak kami dalam menyusun dan menerbitkan buku terjemahan ini dengan bahasa yang baik, lugas, enak dibaca serta mudah dipahami oleh seluruh khalayak masyarakat. Apalagi konsep tasauf yang jarang diaplikasikan oleh masyarakat  terkendala oleh rumitnya memahami teks asli dari literatur ulama terdahulu. Insyallah dengan dengan ada karya ini bisa memberikan kemudahan bagi pembacanya.
Oleh karena itu saya menyambut baik dan ikut mendorong penerbitan buku terjemahan tersebut serta berharap semoga bermanfaat  sebagaimana buku aslinya dan Allah menjadikan amal ibadah yang hanya didasari oleh semangat untuk mencari keridhaan-Nya. Amien..

Banda aceh,
Nopember 2014





بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang


MUKADDIMAH

Segala puji bagi Allah Yang Maha Mulia Lagi Maha Pecipta Dan rahmat dan sejahtera kepada Penghulu kita Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia dan Rahmat dan sejahtera juga buat keluarga dan sahabatnya selama mengalirnya pena dalam meringkas dan menjelaskan di lembaran-lembaran kertas.
Adapun kemudian :Maka ini adalah ringkasan pada Ilmu Akhlaq Diniyah yang saya buat untuk para Pelajar Tahun Pertama Al-Azhar dan saya namakan TAISIRUL KHALAQ FIL ‘ILMI AKHLAQ,maka saya ucapkan : “Dan dengan Allah itu pemeliharaan dan dengan kekuasaanNya Penyempurnaan nikmat.
ilmu Akhlaq adalah pegertian dari kaedah-kaedah (aturan-aturan) memperbaiki hati dan semua anggota.
subjeknya membicarakan budi pekerti dari segi berhias dengan kebaikan-kebaikan dan mengosongkan keburukan-keburukan.
Tujuannya baik hati dan selurauh panca indra di Dunia dan Kemenangan dengan tinggi kedudukan di Akhirat.


TAQWA :
Taqwa: Menuruti segala perintah Allah yang Maha Tinggi dan Maha Besar serta menjauhi larangaNya  secara  tersembunyi dan  terang-terangan,maka tidak sempurna Taqwa kecuali dengan mengosongkan semua keburukan dan menghiasi kebaikan-kebaikan.Taqwa ialah suatu jalan seseorang yang menempuhnya akan terpetunjuk dan tali yang kuat siapa saja yang memegangnya akan selamat.
Sebab-sebab Taqwa sangat banyak
Diantaranya : manusia memperhatikan bahwa dia hamba yang hina Dan Tuhannya  Maha Kuat dan Perkasa tentu tidak layak bagi hina mendurhakai Yang maha Perkasa karena ubun-ubunnya dalam kekuaasanNya (Nasiyah : Ubun-ubun,pada dasarnya di pakai untuk bagian depan kepala atau rambut depan dan yang dimaksud disini sosok sempurna) penyebab ketaqwaan selanjutnya mengingat mati,seseorang yang menyadari bahwa dia akan mati tiada di hadapannya selain Surga dan Neraka niscaya tergeraklah dirinya melakukan amal-amal baik semampunya,diantara perbuatan baik adalah menolong sesama Muslim,memandang mereka dengan pandangan lemah lembut, dan kasih sayang  lebih-lebih lagi bila mereka lebih duluan berbuat baik.
Buah  Taqwa: bahagia di dua Negeri
Adapun di Dunia terangkat derajat,harum nama dan sebutan dan memperoleh kasih sayang  dari manusia, karena orang Taqwa dibesarkan oleh orang-orang kecil dan disegani orang-orang besar,orang berakal melihat orang taqwa lebih cocok dengan kebaikan dan berbuat baik.
 Dan  di Akhirat orang Taqwa,selamat dari Neraka,kemenangan,dengan masuk surga,mencukupilah kemuliaan atas orang bertaqwa sesuai Firman Allah

اان الله مع الذين اتقوا والذين هم محسنون

“Sesungguhnya Allah berserta orang-orang bertaqwa dan berbuat baik”.

ADAB GURU

Guru adalah penuntun murid untuk menyempurnakan ilmu dan makrifat.Syarat  menjadi guru memiliki sikap terpuji sebab ruh murid masih lemah dibandingkan gurunya,apabila guru bersifat sempurna,murid akan menyesuaikan diri dengan gurunya.Maka seorang guru mestinya bertaqwa,tawaddu(merendahkan diri),lemah lembut,agar murid simpatik padanya,maka akan bermanfaat untuk murid tersebut,seorang guru juga harus bijaksana,sopan santun supaya murid mengikutinya ,disamping itu harus ada rasa kasih sayang pada murid agar menyukai apa yang diajarkan,dan gurupun selalu menasehati dan mendidik kesopanan serta memperbaiki adab muridnya dan tidak membebankan mereka suatu pemahaman yang  tidak mampu mereka pikirkan.

ADAB MURID :

Untuk murid ada beberapa adab yaitu adab pada dirinya bersama Ustadz dan saudaranya.
Adapun adab untuk dirinya sangat banyak,sebagianya adalah tidak ‘ujub(heran pada kemampuan diri sendiri),tawaddu’,jujur agar murid dicintai dan dipercaya,sopan saat berjalan,menundukkan pandangan dari melihat yang haram-haram,terpercaya(tidak membelot) dari ilmu yang diberikan kepadanya,maka dia tidak sembarangan menjawab apa yang tidak diketahuinya.
Adapun adab bersama Ustadznya adalah meyakini kelebihan Ustadznya lebih besar dari kedua orang tuanya karena ustadz mendidik ruhnya,dan merendahkan diri dihadapan Ustadznya,dan duduk disaat belajar penuh sopan santun serta mendengar baik-baik apa yang dikatakan Ustadnya,meninggalkan senda gurau dan tidak memuji orang lain di hadapan Ustadnya daripada Ulama-Ulama karena dikwatirkan Ustadnya memahami itu sebagai celaan dan tidak malu bertanya  hal yang tidak diketahuinya.
Sedangkan adab bersama saudaranya adalah memuliakan mereka,tidak meremehkan dan tidak sombong terhadap mereka,tidak mengolok-ngolok kelambatan pemahaman diantara mereka dan tidak merasa senang bila Ustad menegur yang kurang perhatian,sebab itu akan menimbulkan kemarahan dan permusuhan.

HA-HAK DUA ORANG TUA :

Dua orang tua penyebab adanya insan,kalau bukan susah payah keduanya,tidak merasa senanglah insan dan kalau bukan kesukaran keduanya insan tidak mengecap kenikmatan.
Adapun ibu telah mengandung dan melahirkan dalam kondisi susah payah,sedangkan bapak mencurahkan kemampuannya pada sesuatu yang kembali manfaatnya kepada insan untuk pemeliharaan tubuh dan ruhnya.
Wajiblah insan mengingat kebaikan dan menuruti perintah keduanya,kecuali perintah itu maksiat dan duduk berserta ibu bapak penuh hormat,memejamkan pandangan dari ketergeliciran  dan tidak menyakiti keduanya  walau itu dengan ucapan “AH!” tidak memperpanjang perdebatan dan tidak berjalan di hadapan keduanya kecuali waktu melayani,dan berdoa terhadap kedua orang tua  mendapat rahmat dan keampunan dan menganjurkan keduanya  melakukan kebaikan danmencegah kemungkaran karena insan sebab  keselamtan keduanya  sebagaimana keduanya sebab adanya insan . كلا
وقضى ربك الا تعبدوا الا اياه وبالوالدين احسانا امايبلغن عندك الكبر احددهما او هما فلا تقل لهماا ف ولاتنهر هما وقل لهما قولا كريماواخفض الذل من الرحمه وقل رب ارحمهما كما ربياني صغيرا
Allah telah berfirman : Tuhan kamu memerintah bahwa jangan kamu sembah kecuali Dia dan berbuat baik kepada kedua orang tua jika salah satu dari keduanya sudah tua janganlah kamu mengucapkan  kepada keduanya “ah” ,jangan kamu membentak mereka  dan ucaplah perkataan mulia terhadap keduanya,rendahkanlah dirimu terhadap mereka penuh kasih sayang dan ucapkanlah “Wahai Tuhanku sayangilah kedua orangtuaku seperti mereka telah mendidikkuku semenjak kecil.
spesial untuk Ibu,perbuatan baik(kebaktian) harus ditambah karena sabda Nabi SAW
  برالولده على الولد ضعفان               
Berbuat baik pada ibu diatas anak dua kali lipat!.

HAK SAUDARA :
Saudara: mereka yang memiliki hubungan kasih sayang (kerabat) ,Allah memerintah menyambung persaudaraan dan mencegah memutuskannya.
Sabda Nabi SAW : Allah Ta’ala berfirman
 انا الرحمن وهذه الرحم اشتققت لها اسما من اسمى فمنن وصلها وصلته ومن قطعها بتته
“Aku Yang Maha Pengasih ,kasih sayang kuambil dari nama daripada namaku ,seseorang yang menyambungnya,aku menyambungnya,siapa yang memutuskan,aku putuskan!”

seyogianya manusia menjaga dan memelihara persaudaraan,tidak menyakiti mereka dengan perbuatan dan perkataan,merendahkan diri dan menahan ganguan walau dalam waktu lama dan bertanya jika mereka tidak ada,membantu mendapat tujuan mereka bila mampu,mencegah dari bahaya jika mungkin,kalau  mereka tidak memerlukan hal-hal diatas,dengan cara menyempurnakannya dengan membeduk(berkunjung) ke rumah mereka.

HAK TETANGGA
tetangga: orang-orang yang berdekatan rumahnya dengan rumahmu sekitar 40 rumah dari semua penjuru.
Hak-hak tetangga: memulai memberi salam,kamu berbuat baik padanya,seimbanghkan melakukan kebaikan,apabila dia mengawalinya(balaslah kebaikannya),kamu tunaikan(bayarlah) hak-hak hartanya bila sangkut paut dengan itu dan kamu kunjungi dia bila sakit,kamu merasa puas jikalau tetangga senang,kamu berduka cita bila dia tertimpa musibah,janganlah kamu arahkan pandangan kamu kepada wanitanya sekalipun itu pembatunya,kamu tutup aurat tetanggamu dan kamu hindari sesuatu yang dibenci saudaramu semampumu dan kamu bertemunya dengan wajah manis dan memuliakan.
            Telah bersabda Nabi SAW
من كان يئومن بالله واليوم الاخرفليكرم جاره                                                         
“Seseorang yang beriman dengan Allah dan Hari Akhirat maka hendaknya memuliakan tetangganya”.
            Dan dari Aisyah RAH dari Nabi SAW beliau bersabda
مازال جبريل يوصيني بالجارحتى ظننت انه سيورثه
“Setantiasalah Jibril mengwasiatkan dengan tetangga sehingga saya menyangka Jibril akan menjadikan tetangga sebagai penerima warisan.

ADAB PERGAULAN :
Adab pergaulan yaitu berwajah manis,lemah lembut,mendengar pembicaraan teman,sopan,tidak takabbur,diam ketika terjadi senda gurau,memaafkan kesalahan dan berlapang dada,tidak berbangga dengan kemegahan dan kekayaan,karena demikian akan menjatuhkannya  dari pandangan manusia(diaggap remeh) dan menyimpan rahasia sebab tiada berharga orang yang tidak bisa menyimpan rahasia.
            Berkata seorang Penyair
اذا مالمرءلم يحفظ ثالاثا
فبعه ولو بكف من رماد
وفاءللصديق وبذل مال
و كتمان السرائرفي الفئواد
            Apabila manusia tidak dapat menjaga tiga perkara
            Maka jual dia walau dengan segenggam debu
Yaitu menepati janji kawan,menyumbangkan harta
dan menyimpan rahasia di hati

PERSAHABATAN(PERSATUAN)

Persahabatan yaitu beramah tamah dengan manusia dan gembira saat bertemu mereka.
Sebab-sebab timbulnya Persahabat ada Lima:
Pertama Agama karena sempurna iman menyebabkan kasih sayang
Kedua Keturunan(nasab) karena manusia cendrung pada kerabatnya,mencintai dan menahan disakiti mereka seperti Sabda Nabi SAW:
ان الرحم اذا تماست تعاطفتغ
Sesungguhnya kasih apabila saling bersentuhan akan menimbulkan simpatik”.
Ketiga Perkawinan karena manusia bila mencintai istrinya akan mencintai semua yang berhubungan dengn istrinya (begitu juga istri)
Berkata Khalid Bin Zaid bin Mu’awwiyyah
“Makluk Allah yang paling kubenci adalah keluarga Zubair hingga kunikahi salah satu diantara saudara mereka maka jadilah orang yang paling kucintai mereka.
Keempat Kebaikan
Kebaikan: berbuat baik kepada manusia
Berujar seorang Penyair:
احسن الى الناس تستبد قلو بهم فطا لمااستعبدالانسن احسان
Berbuatklah kebaikan terhadap manusia niscaya tunduklah hati mereka
Maka senatiasa kebaikan menundukan manusia
Kelima Persaudaraan
Persaudaraan adalah seperti Rasullullah mempersaudarakan antara Muhajirin dan Ansar agar eratlah hubungan dan bertambahlah persaudaraan (persahabatan) mereka.
Adapun kelebihan persahabatan adalah memberi faedah dan mengambil faedah(take and give),tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa,dengan demikian tepatlah kondisi dan seimbanglah urusan.
Allah berfirman:
واعتصموا بحبل الله جميعاولاتفرقوا
Berpeganglah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah berpecah belah!



PERSAUDARAAN :
Persaudaraa:hubungan antara dua orang yang nyatalah kasih sayang keduanya,maka timbullah dari keduanya sikap berlapang-lapang pada harta(saling memberi) dan menolong dengan jiwa dan memaafkan kesalahan,ikhlas,menempati janji,saling meringankan beban,tidak saling memberatkan,maka sesorang  akan mendorong saudaranya berbuat kebaikan dan mecegah kemungkaran dan berdoa baik kondisi dan istiqamah.
Kelebihan Persaudaraan sangat besar yang akan memotivasi berakhlak baik,mempersatukan semua hati,dan mendamaikan persengketaan yang Allah jadikan daripada buah Taqwa,maka Allah berfirman:
فاتقواالله واصلحو اذات بينكم
Takutlah Allah dan damaikan persengketaan diantaramu!

ADAB DI FORUM PERTEMUAN
Seseorang yang datang ke forum-forum pertemuan,hendaklah mengawali memberi salam untuk hadiri,duduk dit tempat kosong,berpaling dari perkataan-perkataan yang tak berguna,merubah kemungkaran dengan tangan,jika tidak mampu,dengan lidah,maka jika tidak mampu dengan hati  dan keluar dari forum pertemuan kalau memang forum tersebut tidak ada manfaatnya.
Tidak meremehkan seorangpun,kadangkala kedudukan orang tersebut di sisi Allah lebih baik dan tidak sombong karena harta sebab akan melemahkan Agama dan menjatuhkan karisma dan jika seseorang pada jalan hendaklah menundukkan pandangan,menolong orang yang didhalimi dan lemah,menunjuki orang yang tersasar,membalas salam orang yang memulainya,memberi peminta-minta,dan duduk dengan sopan sebab demikian akan menunjukan kehormatan dan peduli terhadap tugasnya.

ADAB MAKAN :
adapun adab sebelum makan:
Mencuci dua tangan,meletakkan makanan di alas di atas bumi(tanah),duduk dan niat agar kuat melaksanakan ibadah,tidak makan berserta kenyang,menerima apa yang tersedia dari makanan,tidak mencela makanan dan menawari orang bersamanya.
Adab waktu makan:
Memulai dengan Bismillah secara keras agar mengingatkan orang lain,makan dengan tangan kanan,mengecilkan suapan,membanguskan kunyahan,tidak menjulurkan tangan ke suapan lain sebelum selesai yang pertama,tidak memakan sesuatu yang yang mengiringi makanan kecuali buah-buahan,tidak meniup makanan,tidak memotongnya dengan pisau,tidak menyapu tangan dengan makanan dan tidak mengumpulkan kulit dan biji pada satu bejana(tempat,piring),tidak meminum air kecuali di butuhkan.
Adab selesai makan:
Berdiri(berhenti) sebelum kenyang membasuh dua tangan sesudah menjilatnya,memungut sisa makanan dan membaca Alhamdulillah.

ADAB MINUM :
Adab minum: memegang gelas dengan tangan kanan,melihat pada air sebelum meminumnya,membaca Bismillah,duduk,menghisap air,karena meneguk akan memudaratkan jantung.
Telah bersabdalah Nabi Muhammad SAW

ومصواالماءمصاولاتعبوه عبا  
          Hisaplah air,jangan kamu meneguknya !
Meminum dengan tiga nafas,dibaca Bismillah pada tiap-tiap satu nafas,membaca Alhamdullilah pada akhirnya,tidak bernafas dan bersendawa dalam gelas,apabila seseorang meminum dan ingin menuangkan(memberikan) air untuk orang lain,maka hendaklah di dahulukan orang sebelah kananya dari kirinya,walau orang sebelah kiri punya kelebihan(terhormat) karena sesungguhnya Nabi SAW memberikan minum untuk orang Arab badui yang ada sebelah kanannya sebelum Abu Bakar dan Umar R.A Nabi beresabda:
الايمن فالايمن           
“Kanan! Maka kanan!”

ADAB TIDUR
Adab tidur: bersuci dari hadats(berwudlu),tidur diatas lambung kanan menghadap kiblat,berniat untuk mengistirahatkan badan supaya kuat beribadah dan mengingat Allah SWT ketika tidur dan bangun.
            Nabi sendiri bila beliau hendak tidur malam meletakkan dua tangan di bawah pipi,kemudian beliau berdoa :
اللهم باسمك احياناواموت
 Ya Allah Ya Tuhan ku,Dengan Nama engkau aku hidup dan aku mati
dan waktu bangun beliau juga berdoa:
الحمد لله الذي احيانابعدمااماتناواليه النشور
Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kami mati dan kepada-NYA dikumpulkan.

ADAB MESJID
            Semua Masjid adalah rumah Allah,orang yang bergantung hatinya dengan masjid,Allah akan menaunginya di Hari Kiamat sebagaimana pada Hadits,sesorang berjalan ke Masjid dengan penuh rindu serta tenang dan sopan,masuk kedalamnya dengan kaki kanan dan sandalnya di luar Masjid dan berdoa saat masuk

اللهم افتح لي ابواب رحمتك

                        “Ya Allah bukalah untukku pintu-pintu rahmat Engkau”.
Dan mengerjakan Shalat Tahayyatul Masjid,memberi salam walaupun  tidak ada orang didalamnya   karena Masjid tidak sunyi dari Jin dan Malaikat,duduk dengan niat taqarrub(medekatkan diri kepada Allah ),muraqabah(perasaan dalam pengawasan Allah),memperbanyak zikrullah,menahan nafsu dari syahwat,menjauhi perselisihan,tidak berpindah pada tempatnya kecuali ada keperluan,dan tidak mencari barang hilang(tercecer) di dalam Masjid,tidak menguatkan suara di depan orang-orang  yang sedang shalat,tidak berbimbang dengan suatu kegiatn(skill),tidak berbicara pembicaraan dunia agar selamat dari ancaman sabda Nabi SAW :
يئاتى في الاخررالزمان ناس من امتي يئاتونن المساجد يقعدون فيها حلقاحلقاذكرهم الدنياوحب الدنيا لاتجالسو هم فليس لله بهم حاجة
 “Akan datang ada pada akhir zaman manusia dari umatku,datang  ke Masjid,duduk berkelompok-kelompok ,sebutan(pembicaraannya dunia)cinta dunia,jangan kamu duduk bersama mereka karena Allah tidak memerlukan mereka.
            Maka apaabila keluar Masjid mulai dengan kaki kiri,dan meletakkan(menaruh)kaki kirinya di atas sandal kemudian memakai yang sebelah kanan duluan dan berdoa waktu keluar
اللهم انى ان اسئالك من فضلك
      Ya Allah saya memohon karunia-MU      
 Telah bersabda Nabi Muhammmad SAW :
ان بيوتى فى ارضى المساجد وان زواري فيها عمارها فطوبى لعبد تطهر فى بيته ثم زارني فى بيتي فحق على المزور ان يكرم زائره
 Sesungguhnya rumahKu di bumi adalah Masjid-Masjid,orang yang berkunjung ke Masjid ialah pemakmur Masjid,bahagialah hamba yang bersuci di rumahnya kemudian mengunjungiku di rumah-Ku maka hak yang dikunjungi memuliakan yang berkunjung.
                        Dari Anas R.A:
من اسرج فى مسجد سراجالم تزل الملائكة وحملة العرش تستغفرله مادام فى ذلك المسجد ضؤه
Siapa saja yang menerangi Masjid dengan lampu(memasang lampu ) di Masjid senatiasalah Malaikat dan penanggung Arasy meminta ampun untuknya selama cahaya lampu tetap di Masjid tersebut.

KEBERSIHAN
            Ketahuilah! Sesungguhnya kebersihan badan,pakaian dan tempat dituntut syara’,sudah selayaknya manusia membersihkan badannya,menyisir rambut dan meminyakinya dan membasuh dua telinga,membersihkan mulut dengan berkumur-kumur dan bersiwak(menyikat gigi) dan memasukkan air ke hidung serta menyemburkannya kembali dan membersihkan kuku dengan cara membasuh sesuatu yang ada di bawah kuku.
            Adalah Nabi Saw meminyaki dan menyisir rambutnya,dan sebaiknya menyuci pakaian memakai air saja atau dengan sabun,dan membersihkan tempat,sebab manfaat kebersihan memelihara kesehatan,melenyapkan kesusahan,mendatangkan kegembiraan,menyenangkan teman-teman dan menampakkan nikmat Allah.
            Allah berfirman:
واما بنعمة ربك فحدث
                                    Adapun dengan nikmat Allah,sebut-sebutlah(Tampakkanlah)!

JUJUR DAN DUSTA
            Jujur: menyampaikan sesuatu sesuai kejadian sedangkan dusta menyampaikan berita tidak sesuai kejadian.
            Sebab-sebab jujur: Akal,Agama,Muru-ah(berani,punya rasa malu) karena akal mendapatkan manfaat kejujuran dan mudarat dusta,maka dia tak ingin dirinya ada dalam bahaya,diapun selalu bersikap jujur,sedangkan agama memerintah berlaku jujur,menjauhi lawanya,demikian juga orang yang punya rasa malu,tidak ridha dirinya kecuali berlaku jujur,sebab kejujuran menuntut berhias perkara terpuji dan tiada kebaikan pada dusta.
            Sebab dusta ingin menarik manfaat dan menolak bahaya sebab manusia kadang-kadang  melihat pada dusta ada keselamatan segera(Instant) maka diapun berdusta dan melihat pada berlaku jujur lawannya,diapun tak melakukannya.Bahaya dusta berbalik ke pemiliknya,dia akan diremehkan serta tidak dipercaya lagi,pendusta dihinakan di dunia,disiksa di Akhirat,dusta juga berefek untuk orang lain,karena pendusta berjanji dengan orang lain akan suatu kebaikan kemudian mengingkarinya sehingga memecahkan hati orang tersebut akibat hilang harapannya akhirnya timbullah ghibbah(gossip),adu domba,sehingga tergeraklah manusia dalam kemarahan dan permusuhan.
            Cukuplah celaan dusta dengan firman Allah :
انما يفتري الكذبب الذين لايئمنون بايات الله
 Dusta hanya  dilakukan(diada-adakan) oleh orang-orang yang tidak beriman dengan ayat-ayat Allah.
            Dan Sabda Nabi SAW:
اذا كذب العبد كذبة تبا عد عنه الملكك ميلا من نتن ما جاء به
Apabila berdusta seorang hamba akan satu dusta,menjaulah Malaikat 1 mil karena bau busuk merebak dari pendusta.
            Cukuplah pujian untuk kejujuran firman Allah:
ياايها الذين امنوااتقواالله وكو نوا مع الصادقين
 Wahai orang-orang beriman! Bertaqwalah kepada Allah,jadilah orang-orang yang benar(jujur)
            Dan sabda Nabi SAW:
تحرواالصدق و ان رئيتم ان فيه الهلكة فان فيه النجاة
Pilihlah kejujuran dan jika kamu lihat pada kejujuran itu bahaya(kebinasaan)sesungguhnya pada kebenaran itu ada keselamatan
AMANAH
            Amanah: menjaga(memelihara) hak-hak Allah dan hamba-Nya.Dengan Amanah sempurnalah Agamamu,terpelihara kehormatan dan harta benda,sebab menjaga hak Allah berarti melakukan perintah dan menjauhi larangan.memelihara hak-hak hamba berarti mengembalikan barang titipan,tidak mengurangi sukatan  dan timbangan atau ukuran(hasta),tidak menyebarkan rahasia-rahasia dan aib-aib,memilih yang paling baik pada Agama,dunia dan dirinya.
            Allah SWT berfirman
ان الله يئا مركم ان تؤدوا الامنات الى اهلها
 “Allah memerintah kamu menunaikan amanah kepada ahlinya.
            Dan telah bersabda Nabi SAW:
لا ايمان لمن لاامنة له لادين لمن لا عهد له
Tiada Iman bagi orang yang tidak ada amanah(tidak dapat dipercaya) dan tiada Agama orang yang tidak memenuhi janji
            Lawan amanah khianat,Khianat ialah menyimpang dari kebenaran dengan menyalahi perjanjian secara tersembunyi.
            Bahaya Khianat itu banyak,diantaranya disebut  penghianat sebagai pembelot,kurang Agama,bercita-cita rendah,berjiwa kerdil,manusia  menjauhinya karena keburukan penghianat,di potong tangannya bila mencuri,murka dan azab Allah buat penghianat akibat tidak menjaga sesuatu yang diwajibkan Allah.
            Allah SWT telah berfirman:
يا ايها الذين امنوا لاتخو نوا الله والرسول وتخو نوا امناتكم وانتم تعلمون
Hai orang-orang beriman,jangan kamu khianati Allah dan Rasul dan dan kamu khianati amanahmu dan kamu akan mengetahui!

MEMELIHARA DIRI
            ‘Iffah adalah sifat jiwa yang menjaga dari  yang haram-haram dan syahwat rendah,iffah(memelihara diri) perkara yang paling mulia dan tinggi,darinyalah bercabang beragam kebaikan seperti sabar,qana’ah(mencukupi apa yang ada),sakh(pemurah),terlepas dari aib,wara’(memelihara diri dari makruh,lebih-lebih yang haram),sopan santun,kasih sayang,rasa malu.’Iffah adalah simpanan orang yang tidak punya harta,mahkota untuk yang tidak punya kemulian.
            Sebab ‘iffah: memutuskan ketamakan,tidak loba mengusahakan harta dan qana’ah pada dorongan keinginan.
            Allah SWT telah berfirman :
يحسبهم الجهل اغنياء من التعفف
 Orang –orang jahil menyangka mereka orang kaya  karena memelihara diri.
            Rasullullah bersabda:
طو بى لمن هبدى للاسلام وكان عيشه كففا وقنع به
 Berbahagialah orang yang ditunjukkan bagi Islam adalah kehidupannya mencukupi dan dia bersikap Qana’ah(memadai apa yang ada)

KHARISMA(MURU-AH)
            Muruah atau kharisma ialah sifat yang mendorong seseorang memegang kemulian Akhlaq dan kebiasaan-kebiasaan baik.
            Sebab-sebabnya: Cita-cita tinggi,berjiwa mulia,sesungguhnya cita-cita tinggi akan menghasilkan menjaga ketinggian,mendapatkan semua kebaikan,membangun kemulian,murah hati,mencegah bahaya.Muru’ah adalah tanda ‘iffah(memelihara diri),suci dari yang tidak baik,terpelihara,karena itu tidak terlihat pada orang yang memiliki mur-ah(kharisma) kecuali ketaqwaan,jauh dari tamak dan ridha dengan apa yang  dibagi Allah,tiada melihat apa yang ada di tangan manusia,dan diantara yang menunjuki terpujinya muru-ah  adalah haditst Nabi SAW :
ان الله يحب معالى الامورواشرفها
 Sesungguhnya Allah mencintai urusan-urusan yang tinggi dan paling mulia.

HILM(BIJAKSANA,TIDAK CEPAT MARAH)
            Hilm sifat yang membawa pemiliknya tidak membalas orang yang membuatnya marah padahal dia mampu untuk membalasnya.
            Sebab-sebab Bijaksana: Menyayangi orang-orang bodoh,tidak mencaci maki,malu memberi jawaban,ramah pada orang yang berbuat jahat,menjaga nikmat yang lalu,diplomatis,menanti peluang,
            Tidak mencaci maki sebagian dari berjiwa mulia dan tinggi cita-cita
            Malu sebagian dari memelihara jiwa dan sempurna kharisma
            Memelihara nikmat yang lalu sebagian dari menyempurnakan janji
            Diplomatis dan melihat peluang sebagian dari kecerdikan sebab seseorang yang menampakkan kemarahan sedikit caranya.
            Telah bersabda Nabi SAW
ان الله يحب الحى الحلم ويبغض الفاحش البذئ
Sesungguhnya Allah mencintai orang yang mempunyai rasa malu,bijaksana,dan murka akan orang yang berbuat keji dan cabul.

PEMURAH
            Pemurah: meberikan harta tampa diminta dan menuntut hak.
Pemurah adalah kebaikan utama dan perkara terpuji karena mengikat dan menyatukan semua hati,manfaat dan faedahnyapun menyeluruh.
            Maka bersabda Nabi SAW: Telah berkata Jibriel,telah berfirman Allah SWT
هذا دين ارتضيته لنفسى لايصلحه الا السخاء وحسن الخلق فاكرموه بهما مااستطتم
“Agama ini Aku ridhai untuk Diri-Ku,tidak layak Agama kecuali buat pemurah dan bagus akhlak,maka muliakanlah Agama dengan keduanya semampumu.

TAWADDU’(MERENDAHKAN DIRI)
tawaddu’:Merendahkan diri dan berhati lembut tampa menghinakan diri.
Tujuan Tawaddu’ ialah memberikan tiap-tiap yang punya hak akan haknya,tidak mengangkat derajat orang hina dan tidak menurunkan yang mulia,tawaddu sebagian dari sebab-sebab bermartabat tinggi dan mengantarkan ketempat kemulian.
Telah bersabda Nabi SAW :

من تواضع لله رفعهه
Seseorang yang Tawaddu’ karena Allah,Allah akan meninggikannya.

BERJIWA BESAR :

Berjiwa besar ialah sifat yang menempatkan manusia pada tempat tinggi dan mulia,sebab berjiwa besar adalah manusia mengenal ukuran dirinya,hasil dari berjiwa besar adalah melakukan kebaikan,sabar pada masa susah,tidak melahirklan hajat(tidak menampakkan kebutuhan kepada orang lain),manusia memuliakannya,mendapat balasan kebaikan dari Allah .
Allah berfirman:
ولله العزة ولرسوله وللمئومنين
Dan untuk Allah ketinggian dan buat Rasul-Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Dan telah bersabda Nabi SAW
رحم الله امراء عرف قدر نفس
Allah mengasihi orang yang mengenal ukuran dirinya

DENDAM :
Dendam: Menyembunyikan keburukan,sangat berkeinginan untuk menyakiti.
Sebab dendam: marah,mengiringinya delapan perkara yang diharamkan yaitu dengki kepada orang yang di dendaminya,mencela bila terjadi musibah,menjauhi orang yang dia menaruh dendam padanya walau dia memohon belas kasihan,berpaling dan meremehkannya dan mengomonginya dengan keji seperti menggosip dan menyebarkan rahasia,menceritakannya dengan cara mengolok-olok,menyakiti tubuh dan mencegah haknya.
 Dalil bahwa dendam dicela adalah sabda Nabi SAW:
المؤمن ليس بحقود
 Orang Mukmin itu bukan Pendendam.
DENGKI/IRI HATI
Dengki: keinginan(cita-cita) melenyapkan nikmat orang lain,adapun cita-cita ingin menjadi seperti orang lain disebut Ghibtah(Gemar,menaruh hati),hal ini tidak dicela bahkan dianjurkan sebab rasa gemar akan membentuk sifat-sifat terpuji,Nabi SAW pun bersabda :
المؤمن يغبط والمنافق يحسد
Mukmin menaruh hati(gemar,ingin mencontoh orang lain) yang baik-baik dan Munafik itu Pendengki.
Sebab-sebab Kedengkian:
1.Benci kepada orang yang di dengki karena kelebihan yang nampak padanya atau nikmat yang dilimpahkan Allah untuknya.
2.Orang yang di dengki lebih tinggi martabat,sedangkan si pedengki tidak mampu mencapainya.
3.Pelit si Pedengki atas kelebihan(potensi-potensinya) sehingga dia iri hati kepada setiap orang yang lebih baik dari dirinya.
obat penghilang dengki dari semua hati ialah berpegang pada Agama,melihat pada kedengkian ada kemudaratan  dan ridha Qadha dan Qadar(ketentuan) Allah.
Dalil bahwa dengki di cela adalah Hadits Nabi SAW:
الحسد ياء كل كما تاءكل النارالحطببب
Kedengkian memakan kebaikan-kebaikan seperti api memakan kayu bakar.

GOSIP/MENGUMPAT
Mengumpat(gossip): Menyebut saudaramu dengan sesuatu yang di benci walaupun itu dihadapannya seperti ucapan: Si Anu pincang atau fasik,fakir,berpakaian pendek yang kamu maksud demikian buat  menguranginya.
Sebab-sebab timbulnya gossip delapan perkara: dengki,memuaskan rasa sakit hati,keinginan mengangkat kedudukannya,menggagalkan tujuan orang yang dia sakiti sebelum tercapai,tujuan melepaskan  diri,berpura-pura baik pada kawan-kawan,bersenda gurau dan mengolok-olok.
Dan bukan gossip bila menegur orang lalai dari kelalaianya,dan menunjuki kepada kebaikan karena Allah tidak mencegah menyampaikan nasehat tetapi Allah melarang ghibah,maka Allah berfirman:
ولايغتب بضكم بعضا ءايحب احدكم ان ياءكل لحم اخيهه ميتا فكر هتموه
 Tidak mengumpat sebagian kamu akan sebagian,adakah kamu suka salah seorang dari kamu memakan bangkai saudaranya,tentu kamu membencinya.
FITNAH(ADU DOMBA)
Fitnah: memindahkan semua perkataan,perbuatan,hal-hal(kondisi) manusia kepada orang lain yang tujuannya merusak.Pendorongnya adalah maksud buruk dari orang yang dipindahkan(pemilik berita) atau menampakkan cinta kepada orang yang dipindahkan padanya(penerima berita),menghambur-hamburkan omongan atau berbicara sia-sia.
Yang mencegah Manusia dari mengadu domba ialah menyadari bahwa adu domba tersebut bisa memutuskan tali persaudaraan,menyalakan api permusuhan dan mendapatkan siksa(risiko)
Telah bersabda Nabi  Muhammad SAW
ان احبكم الى الله الذين ياءلفو ويؤلفون وانءابغضكم الى الله المشاؤن بالنميمة المفر قون بين الاخوان
Allah paling cinta kepadamu yaitu orang-orang yang mencintai orang lain dan orang lain mencintai mereka,orang yang paling Allah murkai di antara kamu adalah mereka yang berjalan membawa gossip(menyebarkan isu),yang mencerai beraikan diantara saudara.
dan Nabi SAW bersabda:
لايدخل الجنة نمام
Tidak masuk Surga Pengadu domba.

TAKABBUR(SOMBONG)
Takabbur adalah menilai diri lebih besar dan melihat derajatnya di atas orang lain.
Kerusakan takabbur banyak sekali,diantaranya menyakiti orang lain,memutuskan tali-tali kasih sayang(persaudaraan)memisahkan diantara hati,membuat orang marah dan sepakat untuk menyakitinya,tidak tunduk kepada kebenaran dan memendam kebencian dan tidak lembut dalam menyampaikan nasehat.
Cukuplah cela takabbur oleh sabda Nabi SAW:
لايدخل الجنة من كان فى قلبه مثقال ذرة من الكبر
Tidak akan masuk Surga,seseorang yang ada pada hati seberat debu(atom) takabbur.
Seseorang menyadari(mengenal) bahwa dia diciptakan dari setetes mani dan akan menjadi bangkai,mudahlah dia meninggalkan takabbur yang penyebabnya adalah ‘ujub(heran pada kemampuan diri sendiri)

GHURUR(TERTIPU)
Ghurur: Tenang jiwa pada sesuatu yang sesuai keinginan dan condong tabi’at kepadanya sebab syubhat Syetan(kesamaran fatamorgana Setan)
ghurur(tertipu) dua pembagian:
1.Tertipu orang-orang Kafir yang menukar kehidupan Dunia dengan Akhirat,diantara mereka yaitu orang yang tenang pada Dunia dan hiasannya dan mengingkari Hari Kebangkitan dan tertipu dengan kememimpinan di Dunia,dia menyangka bahwa dirinya yang paling baik pada menempati janji dan kasih sayang.

2.Tertipu pelaku Maksiat dari kalangan orang Mukmin,diantaranya adalah orang yang tidak beamal sebab tertipu dengan keluasan  ampunan Allah,berpegang atas ketaatan Bapak atau pada banyaknya ilmu,golongan ini(Pertama yang  tidak beramal)bahwa suka pada sesuatu tampa mengambil(menjalani) sebab-sebabnya ialah kerakusan tercela dan tiada mengingat yang kedua(yang berpegang pada keshalehan orang tua) akan firman Allah:
واخشوايومالايحزىوالدعد عن ولده ولا مولود هو جاز عن والده شيئا
Takutlah pada Hari yang tak dapat membantu ayah daripada anak dan anak juga tak dapat membantu ayahnya sedikitpun.
Dan tidak menyadari oleh yang ketiga(yang berpegang pada banyaknya Pengetahuan)Sesungguhnya Ilmu tampa amal laksana pohon tidak berbuah dan ada juga yang tertipu dengan banyak ibadahnya,dia menyangka lebih berhak mendapat keampunan Allah dibandingkan orang lain dan dia tidak menyadari bahwa inilah yang melenyapkan keikhlasan dan pahala amalnya dan sebagian lagi tertipu dengan banyaknya harta,dia menyangka bahwa hartanyalah yang membuatnya lebih tinggi dari orang lain,dia amat menyukai hiasan Dunia dan lupa pada karunia Allah.
Diantara aib Ghurur(tertipu) ialah timbulnya rasa sombong yang telah disebutkan pada pembahasan yang telah lewat bahwa orang sombong tidak masuk Surga.

ZHALIM(ANIAYA)
Zhalim: Keluar dari batasan keseimbangan disebabkan kelalaian(tidak perhatian) atau melampaui batas,kezhaliman mengandung semua maksiat dan kehinaan(keburukan).
Orang Zhalim itu adakala untuk dirinya atau pada orang lain.
menzhalimi diri yaitu dengan lalai pada menaati Allah SWT atau tidak beriman.
Zhalim kepada orang lain adalah meremehkan hak orang lain seperti menyakiti tetangga,menghina tamu,berdusta,mengosip,mengadu domba.
Telah bersabda Nabi SAW:
الظلم ظلمات يوم القيمامة
Kezhaliman akan menjadi kegelapan di hari Kiamat.
Dan pada hadits Qudtsi : ياعبدي اني حرمت الظلم على نفسى وجعلته بينكم محرما فلا تظالموا
 Wahai hambaku,aku haramkan kezhaliman pada diri-Ku,dan Ku jadikan diantaramu haram,maka janganlah kamu berbuat zhalim.

‘ADIL :
Adil: seimbang pada semau urusan dan sesuai dengan Syare’at.
‘Adil ada dua bagi:
1. Manusia adil pada dirinya yaitu berjalan di jalur Istiqamah.
2. Adil kepada orang lain ,dibagi tiga lagi:
1.Adil Raja pada rakyat  lewat memberi kemudahan dan memberikan setiap orang yang mempunyai hak akan haknya.
2Rakyat adil pada Sultan(pemimpin),murid pada guru,anak pada ayah yaitu dengan taat secara ikhlas(tulus)
3.Manusia adil sesama sebaya(sederajatnya) dengan tidak takabbur dan tidak menyakiti mereka.
Telah berfirman Allah SWT:

ان الله يئامر بالعدل والاحسان
Allah menyuruh berbuat adil dan kebaikan !
Tentang Adil telah kamu ketahui!
Sedangkan Ihsan seperti tercantumm pada hadits Nabi SAW:
ان تعبد الله كاءنك تراه
KAMU SEMBAH ALLAH SEOLAH-OLAH KAMU MELIHATNYA
Inilah iman paling sempurna dan puncak keyakinan

Berkatalah pengarang Semoga Allah menjaganya
Sungguh telah selesailah kitab yang berlembaran putih ini pada hari Jum’at yang penuh berkah 27 Jumadil Ula Tahun 1337 Hijriah Penghulu kita Muhammad SAW,semoga Allah merahmati dan melimpahkan kesejahteraan untuk beliau,keluarga dan sahabatnya.
يا طا لب اللاخلاقق هاك مؤلفا
بنيت مقاصده على التحرير
واعلم  المرء ليس بمدرك
من امره شئا بلا تيسير
Wahai penuntut Akhlaq
Ambillah karangan yang berdasarkan atas tujuan-tujuannya
Dan ketahuilah bahwa manusia tidak mendapatkan suatu hal tampa dimudahkan

Alhamdulilahhi rabbil ‘Alamin
Dengan kehendak allah swt,selesailah sudah saya yang faqir ilmu ini Menyusun kitab Taisirul Khalq Fil ‘Ilmu Akhlaq pada malam jumat pada tanggal 7 nopember 2014 di pondok pesantren Dayah madinatul fata.
Semoga kiranya dapat bermanfaat untuk diri saya sendiri,sahabat dan saudara saya wabil ksuisus masyarakat luar  dalam meraih kebahagian di Dunia dan Akhirat .
dalam penyususnan Kitab ini sekalipun kecil tapi isinya sangat dalam,dalam penyusunsn tentunya saya yang faqir ilmu ini terlalu banyak kekurangan oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritikan Guru-Guru dan sahabat-sahabat semua,terutama yang seperjuangan dengan saya dalam meneguk ilmu di PONDOK PESANTREN DAYAH MADINATUL FATA.

Kiranya cukup sekian ini  saya tuliskan dan saya susunkan,
Semoga bermanfaat untuk dibaca,mohon maaf atas segala kekurangan dalam penulisan dan kesalahan dalam penyampaian,maklum, saya masih dalam tahap pembelajaran.

Wabillahi taufiqwal Hidayah.

WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH..



Tgk Azhariadi
------------------

Terjemah Matan Sanusi

بسم الله الرحمن الرحيم


MATAN SANUUSI YYAH
TERJEMAH BEBAS
(Tentang Ilmu Tauhid)
MUQODDIMAH ILMU TAUHID


1.Definisinya, secara bahasa adalah Pengetahuan bahwa sesuatuitu satu. Secara syara’ adalah Pengetahuan untuk bisa menguasai penetapan aqidah-aqidah agama, yang didapat dari dalil-dalilnya yang bersifat keyakinan.

2.Obyek kajiannya adalah Dzat Alloh dan Dzat rosul-rosul-Nya (tentang hal-hal yangwajib, mustahil danjaiz), hal-hal yang mungkin/mumkin sebagai perantara untuk menuju keyakinan adanya pencipta, dan hal-hal yang didengar/sam’iyyat/riwayat-riwayat (tentang keyakinan akan hal-hal itu).

3.Buah hasil ilmu tauhid adalahMa’rifatulloh (mengetahui Alloh) dengan bukti- bukti pasti, dan beruntung dengan kebahagiaan abadi.

4.Keutamaannya adalah merupakan ilmu syara’ yang paling mulia, karena berhubungan dengan Dzat Alloh dan rosul-rosul-Nya, serta yang bersangkut paut dengan itu semua.

5.Pelopor pembuat ilmu tauhid : Abu Hasan Al-Asy’ariy (Bashroh, 874-935 M) dan Abu Mansur Al-Maturidiy (Samarkand, wafat 944 M).

6.Hukum mempelajarinya : wajib ‘ain bagi setiap orangmukallaf, lelaki maupun perempuan.

7.Masalah-masalahnya : Aturan-aturan atau hukum yang membahas hal-hal yang yang wajib, mustahil danjaiz.

HUKUM AQLIY
Hukum secara akal teringkas jadi tiga :
1.Wujub. Wajib adalah sesuatu yangketiadaannya tidak tergambar (tak bisa diterima) oleh akal, misal manusia itu pasti akan mati, akal tidak menerima adanya manusia yang tidak akan mati alias abadi.

2.Istikhalah. Mustahil adalah sesuatu yang adanya itu tidak tergambar oleh akal, misal mustahil manusia akan hidup terus, akal tidak menerima adanya manusia yang hidup terus.

3.Jawaz. Jaiz adalah sesuatu yang ada dan tidak adanya, itu sah/benar menurut akal, misal manusia itu bisa berumur 82 tahun, adanya manusia yang umurnya mencapai 82 tahun, atau tidak berumur 82 tahun, itu bisa diterima oleh akal.

SIFAT WAJIB BAGI ALLOH SWT
Orang mukallaf secara syara’ wajib mengetahui hal-hal yang wajib, mustahil danjaiz bagi Alloh dan rosul-rosul-Nya. Termasuk hal yang wajib (pasti) bagi Alloh adalah 20 sifat yang terbagi sebagai berikut :

a. Sifat Nafsiyyah
1.Wu jud (ada)

b. Sifat Salbiyyah

2. Qidam (dahulu tanpa permulaan)
3. Baqo’ (kekal abadi)
4. Mukholafatul lil khawadits (berbeda denga makhluq)
5. Qiyamuhu binafsih (berdiri sendiri), tidak membutuhkan tempat dan pembuat (yang mewujudkan) 6. Wahdaniyyah (satu Dzat, sifat dan tindakan-Nya)


c. Sifat Ma’aniy

7.Qudroh(kuasa)
8.Irodah(berkehend ak) Qudroh dan Irodah berta’aluq dengan segala sesuatu yang mungkin adanya (mumkinat)
9.‘Ilmu(mengetahui) Berta’aluq dengan segala yangwajib (pasti),jaiz danmustahil.
10.Hayat(hidup) Tidak berta’aluq dengan sesuatupun
11.Sama’(menden gar)
12.Bashor(melihat) Sama’dan Bashorberta’aluq dengan segala sesuatu yang ada (maujud) 13.Kalam(berfirman) Berbicara tanpa dengan huruf dan suara.Kalam berta’aluq dengan segala yangwajib (pasti),jaiz danmustahil.


Ta’aluq adalah tuntutan sifat terhadap suatu tambahan pada dzat (yang mempunyai sifat itu), sesuai dengan sifat itu. Misal melihat, menuntut adanya barang yang dilihat, nah tuntutan/hubungan antara melihat (sebagai sifat) dengan barang yang dilihat (sebagai tambahan bagi dzat yang melihat), itulahta’aluq. Berbeda dengan hidup, yang tidak menuntut tambahan lain selain pada dzat yang hidup itu sendiri, sehingga hidup itu tak mempunyai ta’aluq.


d. Sifat Ma’nawiyyah

Merupakan sifat-sifat yang sangat erat hubungannya (mulazimah) dengan tujuh sifatMa’ani y sebelumnya. Alloh bersifat kuasa (Qudroh), maka keadaan Alloh itu pasti Dzat yang maha berkuasa (Qoodir) dan seterusnya.

14.Adanya Alloh itu Dzat yang berkuasa (Qoodir)

15.Adanya Alloh itu Dzat yang berkehendak (Muriid)

16.Adanya Alloh itu Dzat yang mengetahui (‘Aalim)

17.Adanya Alloh itu Dzat yang hidup (Hayyun)

18.Adanya Alloh itu Dzat yang mendengar (Samii’)

19.Adanya Alloh itu Dzat yang melihat (Bashiir)

20.Adanya Alloh itu Dzat yang berfirman (Mutakallim)

SIFAT MUSTAHIL BAGI ALLOH SWT

Termasuk hal yang mustahil bagi Alloh adalah 20 sifat kebalikan dari 20 sifat wajib sebelumnya, yakni :

1. ‘Adam(tiada)

2. Khuduts(baru)

3. Fana’ (rusak, menjadi tiada)

4. Mumatsalatul lil khawadits (sama dengan makhluq).


Misal :

- Berupajirm (materi benda) yang butuh tempat kosong

- Berupa‘ i rd h (sifat/tabiat/kelakuan) yang menempel pada jirm

- Berada di arah suatujirm

- Mempunyai arah (di atas, di kiri, di selatan dsb.)

- Dibatasi oleh ruang dan waktu

- Dzat-Nya disifati dengan hal-hal yang baru

- Disifati dengan kecil atau besar

- Mempunyai tujuan-tujuan dengan tindakan dan hukum-hukum-Nya.

Jadi dalam penciptaan manusia dan adanya perintah kewajibansholat, Alloh tidak mempunyai tujuan-tujuan tertentu misal supaya mereka menyembah dan ingat kepada Alloh. Namun semua itu mempunyai hikmah sehingga tidak sia-sia penciptaannya.

5. Ihtiyajuhu lighoirih (tidak berdiri sendiri, butuh yang lain), misal berupa sifat yang ada pada satu tempat, atau membutuhkan pembuat (yang mewujudkan).


6. Ta’adud (berbilangan, berjumlah, tidak esa). Misal : - Dzatnya mempunyai kembaran yang lain - Benda-benda yang ada itu mempunyai peran dalam menyebabkan sesuatu disamping Alloh sendiri. Jadi api itu tidak menyebabkan terbakar, pisau itu tidak menyebabkan terpotong, dan makanan itu tak menyebabkan kenyang, yang menyebabkan (muatstsir) itu semua adalah Alloh sendiri.

7. ‘Ajz (lemah) dari segala yang mungkin (mumkin).

8. Karohah (terpaksa). Mustahil Alloh menjadikan satu bagian alam disertai rasa terpaksa atas terjadinya hal itu, dengan kata lain tanpa menghendakinya, atau menjadikannya karena lupa, karena sebab tertentu atau karena watak tabiatnya.

9. Jahl (bodoh, tidak mengetahui) terhadap segala yang ma’lum.

10.Maut(mati)

11.Shomam(tuli)

12.‘Amaa(buta)


13.Bukm(bisu)

14.‘Aajiz (Dzat yang lemah)

15.Kaarih (Dzat yang terpaksa)

16.Jaahil (Dzat yang bodoh)

17.Ma yyit (Dzat yang mati)

18.Ashomm (Dzat yang tuli)


19.A’ maa (Dzat yang buta)


20.Abka m (Dzat yang bisu)


SIFAT JAIZ BAGI ALLOH SWT

SifatJaiz (wenang) Alloh adalah fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu, melakukan segala sesuatu yang mungkin atau meninggalkannya. Alloh bebas menciptakan seseorang itu besar, gemuk, tinggi, hitam, kaya dan pandai, atau tidak seperti itu.


BUKTI-BUKTI SIFAT WAJIB DAN JAIZ ALLOH

1. Wujud (ada)

Bukti wujudnya Alloh swt adalah barunya alam (baru muncul/ada dari yang sebelumnya tidak ada), karena seandainya tidak ada yang menjadikan alam, tapi alam terwujud dengan sendirinya, maka akan terjadi suatu kesamaan antara ada dan tiada atau keunggulan salah satunya tanpa ada sebab yang mengunggulkannya, dan itu mustahil. Gambarannya, ada sebuah timbangan yang kanan-kirinya terdapat benda yang sama berat, tiba-tiba yang kiri turun ke bawah (lebih berat) tanpa ada sebab yang mendorongnya, baik kejatuhan benda lain, dihembus angin atau ditekan dengan tangan, bukankah itu mustahil ?. Jadi mustahil adanya benda baru, dari yang tadinya tiada, menjadi ada, tanpa ada yang membuatnya, sehingga setiap benda baru pasti ada penciptanya, yang menciptakannya dari tiada menjadi ada, dan yang menciptakannya itu pasti ada (wujud), karena sesuatu yang tidak ada, pasti tidak bisa mengadakan sesuatu. Adapun bukti bahwa alam ini baru adalah, karena alam ini menetapi sifat-sifat baru (‘irdh), seperti bergerak dan diam, serta terdiri dari berbagai bentuk (ada hewan, tumbuhan, bebatuan dll). Sedang sesuatu yang tidak bisa terlepas dari sifat baru, pasti merupakan benda baru. Bukti bahwa‘ i rdh (sifat, tabiat, kelakuan yang ada padajirm) itu baru adalah terlihatnya perubahan-perubahan dari tiada menjadi ada, dan dari ada menjadi tiada, misal dari kecil (tidak besar) menjadi besar, dan dari putih (tidak hitam) menjadi hitam, atau sebaliknya.


2. Qidam (dahulu tanpa permulaan)

Bukti qidamnya Alloh adalah, seandainya Alloh tidak qidam, maka pasti Dia khaadits (baru), sehingga butuh yang mewujudkannya (membuatnya baru, mukhdits), akibatnya akan pasti akan terjadi daur (siklus) atau tasalsul (rantai).
 
Daur (lingkaran sebab akibat) ialah adanya masing-masing dari dua benda atau lebih, tergantung pada adanya yang lain. Berarti masing-masing terwujud sebelum sebabnya wujud. Ini jelas salah. Gambaran kemustakhilannya : Tuhan A dicipta oleh tuhan B, tuhan B dicipta oleh tuhan C, tuhan C dicipta oleh tuhan D, sedang tuhan D dicipta oleh tuhan A sendiri…, jadi tuhan A itu ada sebelum dzatnya sendiri ada, karena diciptakan oleh hasil ciptaanya sendiri, ini jelas-jelas salah.

Tasalsul ialah keadaan berturut-turut dan susul-menyusulnya beberapa hal sejak zaman azali (tak ada permulaan), dan tak ada habis-habisnya.


3. Baqo’ (kekal)

Bukti kekalnya Alloh adalah, seandainya Alloh tidak kekal maka Alloh pasti bersifat fana’ (rusak), yang artinya berpeluang menjadi tidak ada (‘adam), tapi ini mustahil, karena Alloh sendiri bersifat Qidam (dahulu tanpa permulaan, tidak pernah menemui masa ketiadaan), dengan bukti yang telah lalu. Karena ketika tidak kekal, maka wujudnya Alloh adalah jaiz (bisa ada, bisa tiada), bukan wajib (pasti ada), sedang sesuatu yang jaiz adanya, pastilah baru.


4. Mukholafatul lilkhawadits (beda dengan mahluq)

Bukti Alloh berbeda dengan makhluq-Nya adalah, seandainya Alloh memiliki sifat-sifat makhluq, seperti berupa ‘irdh atu jirm, maka Alloh pastilah baru, sama seperti makhluq-makhluq itu. Hal ini mustahil dengan bukti dari sifat qidam dan baqo yang telah lalu.


5.Qiyamuhu binafsih (berdiri sendiri)

Bukti Alloh berdiri sendiri adalah, seandainya Aloh membutuhkan tempat, maka Alloh pasti berupa sifat, padahal sifat itu tidak bisa disifati dengan sifat-sifatma’aniy maupunma’nawiyyah, sedang Alloh sendiri wajib (pasti) bersifat dengan kedua sifat- sifat itu, jadi Alloh pastilah bukan berupa sifat. Salah satu ciri esensi/sifat dan jasmani adalah membutuhkan sandaran atau tempat, seperti tubuh kita, warna, rasa dan lainnya. Seandainya Alloh membutuhkanmukhoshshish (penentu, yang mewujudkan), pastilah Alloh itu baru, bagaimana itu terjadi ?! padahal bukti Alloh itubersifat qidam dan baqo telah terang di depan.

6. Wahdaniyyah (esa)

Bukti bahwa Alloh itu Maha Esa adalah, seandainya Alloh tidak esa,pastilah alam ini tidak terwujud sama sekali, karena lemahnya Alloh sendiri ketika itu. Misal seandainya di situ ada dua tuhan, maka kemungkinan bisa terjadi perselisihan diantara keduanya, yang satu menghendaki menciptakan sesuatu, sedang yang lain malah menghendaki meniadakannya, maka ketika itu pasti keduanya lemah, karena tujuan keduanya tak mungkin terwujud secara bersamaan, karena mengadakan dan meniadakan adalah perbuatan yang saling berlawanan, tak terwujud pula tujuan salah satunya saja, karena hal itu menunjukkan lemahnya tuhan yang tujuannya tak terwujud, sedang kedua tuhan itu harus mempunyai sifat yang sama, sehingga hal itu pula menunjukkan kelemahan yang lainnya. Diriwayatkan bahwa Ibnu Rusydi pernah berkata : “ketika salah satu tujuannya terwujud, yang lain tidak, maka yang terwujud tujuannya itulah Tuhan yang sebenarnya (al-ilah)”.


7.Qudroh (kuasa), Irodah (berkehendak), ‘Ilmu (tahu) dan Khayat (hidup)

Bukti Alloh bersifat qudroh, irodah, ‘ilmu dan khayat adalah, seandainya Alloh tidak memiliki salah satu dari keempat sifat itu, maka pasti memiliki sifat kebalikannya, sehingga tidaklah tercipta seonggok makhluqpun. Maksudnya seandainya Alloh lemah (‘ajz), terpaksa (tak memiliki kemauan,karohah) atau bodoh (jahl), maka pastilah penciptaan alam tak akan terwujud. Seandainya Alloh mati (kebalikan dari khayat), maka pastilah tidak mungkin memiliki sifat yang 20 itu, karena syarat untuk memiliki kedua puluh sifat itu adalah harus hidup, sehingga pastilah alam ini tak akan bisa terwujud.

8. Sama’ (mendengar), Bashor (melihat) dan Kalam (berfirman)

Buktinya adalah al-Qur’an, sunah dan ijma’. Dan juga seandainya Alloh tidak bersifat sama’, bashor, dan kalam, maka pastilah bersifat kebalikannya (tuli, buta dan bisu), sedang sifat kebailkannya itu merupakan kekurangan-kekurangan yang pasti mustahil bagi Alloh yang maha sempurna.

9. Sifat Jaiz
Bukti bahwa melakukan hal-hal yang mungkin atau meninggalkannya adalah wenang bagi Alloh yaitu, seandainya melakukan hal itu adalah wajib secara akal atau mustahil secara akal, pastilah sesuatu yang mungkin itu berbalik menjadi wajib atau mustahil, dan itu tak masuk akal, bagaimana mungkin suatu hakikat berubah menjadi hakikat yang lain.


SIFAT-SIFAT WAJIB PARA ROSUL

1. Shidhq (benar)

Sesuainya khobar (informasi) dari mereka dengan kenyataan (realitas) yang ada. Ada tiga macam bentuk sidhq-nya :

1. benar dalam da’wah kerosulan (risalah) yang dibawanya

2. benar dalam dalam hokum-hukum yang mereka sampaikan dari Alloh

3. benar dalam ucapan yang berhubungan erat dengan masalah keduaniaan, misal mengatakan Zaid telah datang, aku telah makan, aku membelinya dari Umar dsb. Yangdimaksud disini adalah nomor 1 dan 2, sedang nomor 3 masuk amanah.


2. Amanah (terpercaya)

Tiadanya khianat mereka untuk melakukan perbuatan haram atau makruh : Terjaganya jiwa-raga mereka dari perbuatan yang dilarang, baik haram maupun makruh. : Sesuatu yang menancap dengan kuat (dimiliki) dalam hati yang mencegah pemiliknya melakukan hal-hal yang dilarang. : Terjaga dari berbuat dosa (‘ishmah)


3. Tabligh (menyampaikan)

Menyampaikan apa (wahyu) yang diperintahkan pada mereka untuk disampaikan pada makhluq (umatnya). Ada tiga macam bentuk wahyu :

1.Apa yang wajib mereka sampaikan

2.Apa yang wajib mereka rahasiakan (simpan)

3.Apa yang mereka diberi pilihan antara disampaikan atau disimpan, terserah.

4. Fathonah (cerdas)
Para rosul pasti bersifat fathonah, yaitu cerdas dan waspada pikirannya, guna mendukung da’wah risalahnya.

Maksud wajib disini adalah tiada lepasnya sifat-sifat tersebut, meski dengan dalil syara’, karena wajibnya sfat amanah dan tabligh dengan dalil syara’ (naqliy), sedang wajibnya shidq dengan dalil akal (‘aqliy), walaupun mu’jizat yang sebagai tanda yang menunjukkan shidhq, itu berdasar adat kebiasaan (‘adiy).

SIFAT-SIFAT MUSTAHIL PARA ROSUL


1. Kidzb (bohong) : Tidak sesuainya informasi yang diberikan, dengan realitas yang ada.




2. Khianat : Melakukan tindakan (termasuk ucapan) yang dilarang baik haram maupun makruh, meski pernah diriwayatkan nabi pernah buang air kecil sambil berdiri, basuhan wudhu berkali-kali pernah dua kali-dua kali, karena itu untuk tasyri’ (memberi pelajaran syara’) dan menerangkan kebolehannya, dan tasyri’ seperti itu adalah wajib bagi beliau.




3. Kitman (menyembunyikan) : Merahasiakan (menyimpan) sesuatu yang diperintahkan untuk disampaikan, meskipun lupa. Karena mereka tidak boleh lupa terhadap hokum-hukum yang harus mereka sampaikan dari Alloh, walaupun dalam masalah lain mereka boleh lupa. Nabi sendiri pernah lupa untuk mengerjakan sholat, tetapi disebabkan kesibukan hatinya mengagungkan Alloh.




4.Al-Ghoflah (lalai) & ‘Adamul Fathonah (tidak cerdas)




SIFAT JAIZ PARA ROSUL


Para rosul boleh memiliki atau melakukan kelakuan atau watak manusia biasa (al- a’roodh al-basyariyyah), yang tidak mengakibatkan berkurangnya martabat mereka yang luhur, misal sakit, lelah, makan, minum, mengantuk, tidur, beristri dan sebagainya.






BUKTI-BUKTI SIFAT WAJIB DAN JAIZ PARA ROSUL


1. Shidhq Buktinya adalah, seandainya mereka tidak benar, maka pastilah berdusta (kidzb) akan khobar Alloh, padahal Alloh telah membenarkan mereka dengan penurunan mu’jizat, sesuai dengan ayat : Shodaqo ‘abdii fii kulli maa yab-lughu ‘annii. Mu’jizat : sesuatu yang keluar dari adat kebiasaan, bersamaan dengan tantangan da’wah risalah, tanpa adanya tandingan.





Syarat-syarat mu’jizat :

1.Merupakan perbuatan Alloh atau yang serupa (meninggalkan perbuatan), supaya menggambarkan keadaannya sebagai pembenar dari Alloh bagi orang yang diberinya. Contoh perbuatan : keluarnya air dari celah-celah jejari Nabi. Contoh meninggalkan perbuatan : tidak terbakarnya nabi Ibrohim oleh api.

2.Merupakan sesuatu yang keluar dari adat kebiasaan, karena melemahkan seseorang tak akan terwujud kecuali dengan hal itu.

3.Munculnya dari tangan orang yang menda’wahkan kenabian, supaya dimengerti bahwa mu’jizat itu membenarkannya.

4.Bersamaan dengan da’wah, baik secara hakikat maupun hukumnya, karena mu’jizat merupakan saksi, sehingga tidak boleh sebelum adanya da’wah itu.

5.Sesuai dengan da’wah (pengakuan), maka yang tidak sesuai, tidak dihitung membenarkan, seperti terbelahnya gunung ketika pengaku rosul mengucapkan : mu’jizatku adalah terbelahnya lautan

6.Tidak malah mendustakan pengakunya, seperti ucapannya : mu’jizatku adalah berbicaranya batu ini, lalu batu itu berbicara bahwa orang itu tukang mengada-ada dan pendusta.

7.Tidak bisa ditandingi, kecuali oleh nabi yang semisalnya.

8.Keluarbiasaan-nya itu tidak terjadi ketika waktu rusaknya aturan adat kebiasaan, sehingga apa yang terjadi ketika hari kiamat tidak termasuk mu’jizat. Ini merupakan syarat tambahan dari sebagian ulama’





Sesuatu yang luar biasa yang keluar dari adat yang tidak memenuhi syarat di atas, tidak bisa disebut mu’jizat, tetapi dinamakan sbb :


1. irhaashatau ta’siis : suatu tanda dasar bagi kerosulannya, bila terjadi sebelum masa kerosulannya. Misal sebelum jadi nabi, nabi kita selalu dibayang-bayangi oleh awan.

2. karomah : suatu tanda kemuliaan yang berupa hal luar biasa yang muncul dari tangan seorang yang jelas kebaikan dan keadilannya (wali), tapi tidak mengaku rosul atau nabi. Misal riwayat karomah Sunan Bonang yang bisa merubah buah aren menjadi emas.

3. ma’unah : suatu pertolongan dari sisi Alloh yang berupa hal luar biasa yang muncul dari tangan seorang yang tidak dikenal keadaannya, tidak menampakkan kebaikan tidak pula kefasikan. Misal si Munir, santri yang kelihatannya biasa-biasa saja, terjun dari lantai tingkat empat, dan jatuh di lantai halaman pondok dalam keadaan segar bugar.

4. istidrooj : suatu tanda penghinaan dari Alloh yang berupa hal yang luar biasa yang muncul dari tangan seorang yang fasik, dalam arti bahwa Alloh meningkatkannya dengan menampilkan hal itu di tangannya, lantas dia berlarut-larut dalam kefasikan, sehingga bila Alloh mengambilnya, maka dia tidak dilepaskan-Nya (mati suu-ul khootimah), na’uudzu billaah min dzaalik.

5. ihaanahatau khidzlan : suatu tanda pendustaan dan penghinaan dari Alloh yang berupa yang berupa hal yang luar biasa pada tangan seoorang pembohong. Misal riwayat Musailamah al-Kadzdzab, yang mengaku menjadi rosul di masa Nabi saw, pernah meludahi mata seorang laki-laki dengan maksud mengobatinya, namun mata itu malah menjadi buta.

6. sihir : suatu keluarbiasaan yang muncul dari seseorang, yang bisa dipelajari oleh orang lain dan bisa ditandingi.





2.Amanah dan Tabligh Buktinya adalah, seandainya mereka berkhianat dengan melakukan keharaman dan kemakruhan, maka pastilah keharaman dan kemakruhan itu berbalik menjadi ketaatan (tho’ah) bagi mereka. Karena Alloh memerintah kita untuk mengikuti perkataan dan perbuatan mereka, sehingga Alloh tidak menyuruh mereka untuk melakukan keharaman maupun kemakruhan. Ini juga bisa dijadikan bukti sifat wajib tabligh.





3. Fathonah, Buktinya ialah seandainya mereka tidak lalai dan tidak cerdas, niscaya mereka tidak mungkin dapat mengemukakakan hujjah (bantahan) terhadap lawan bicara mereka dan tidak mungkin mampu berdebat dengan mereka untuk menanamkan kebenaran pada mereka, sampai mereka merasa puas. Apabila para rosul tidak cerdas, maka jelas bertentangan dengan tugas yang diberikan oleh Alloh , yaitu menunjukkan kepada mahluq tentang kebenaran.





4. Sifat Jaiz, Bukti bahwa para rosul itu bersifat jaiz (boleh berperilaku seperti manusia biasa) ialah, disaksikannya realitas sifat-sifat itu pada diri mereka dan sifat-sifat itu tidak mencacatkan atau menjadikan manusia lari dari mereka, misal gila, ayan yang lama, kusta, sopak dan buta. Ada beberapa alasan mengapa mereka tetap boleh berperilaku seperti manusia biasa, diantaranya :


- untuk melipatgandakan dan mengagungkan pahala yang mereka raih, seperti sakit. - untuk tasyri’ (memberi pelajaran hukum syariat) agar umatnya melakukannya - untuk menurunkan/mewariskan masalah dunia kepada orang lain (keturunannya) - sebagai peringatan betapa hina derajat dunia di sisi Alloh dan tidak ridhonya Alloh, dunia sebagai tempat balasan bagi para nabi dan wali- Nya, dengan melihat tingkah laku mereka atas masalah dunia.






MAKNA SYAHADAT TAUHID DAN SYAHADAT ROSUL


Makna dari keyakinan-keyakinan (‘aaqo-id) ini semuanya terkumpul dalam ucapan : laa ilaaha illal-lloh muhammadur rosuululloh .

Penjelasannya sebagai berikut :

1. Karena maknauluhiyyah (ketuhanan) adalah tidak butuhnya Tuhan (al-ilaah) dari segala sesuatu selain-Nya, dan butuhnya segala sesuatu selain-Nya kepada-Nya. Jadi makna laa ilaaha illal-lloh : Tiada dzat yang tidak membutuhkan segala sesuatu selain-Nya, dan tiada dzat yang segala sesuatu selain-Nya membutuhkan- Nya, selain Alloh swt.

2. Adapun ketidakbutuhan (istighnaa’) Alloh swt. dari segala sesuatu selain-Nya, itu mewajibkan (memastikan) Alloh ituwujud (ada),qidam (dahulu),baqo (kekal), mukholafatul lil khawadits (beda dengan makhluq), qiyamuhu bi nafsih(berdiri sendiri) dan dibersihkan dari kekurangan-kekurangan. Dan masuk juga ke dalamnya sifat wajibsama’ (mendengar),bashor (melihat) dankalam (berfirman), karena seandainya sifat-sifat ini tidak wajib bagi Alloh, maka pastilah Dia membutuhkan pembuat/pembaharu (muhdits), tempat, atau sesuatu yang menghilangkan kekurang-kurangan itu darinya.

3. Dari ketidakbutuhan Alloh juga bisa diambil pengertian, bersihnya Alloh dari tujuan-tujuan (ghordh) pada perbuatan-perbuatan dan hukum-hukum-Nya. Andai tidak bersih, maka pasti membutuhkan sesuatu yang bisa menghasilkan tujuan- Nya. Bagaimana hal itu terjadi ? Padahal Alloh swt tidak membutuhkan sesuatu selain diri-Nya.

4.Dari ketidakbutuhan Alloh juga bisa diambil pengertian bahwa Alloh tidak wajib melakukan sesuatu yang mumkin dan tidak wajib meninggalkannya, karena seandainya hal itu secara akal wajib, seperti memberi pahala, maka pastilah Alloh swt membutuhkan hal itu, supaya sempurna tujuan-Nya, padahal tidak wajib bagi Alloh swt kecuali sesuatu yang sempurna bagi-Nya. Bagaimana itu terjadi?, padahal Alloh swt tidak butuh segala sesuatu selain-Nya!.

5.Adapun butuhnya segala sesuatu selain-Nya kepada Alloh swt, maka itu mewajibkan (memastikan) Alloh bersifat hayat (hidup), qudroh (kuasa), irodah (berkehendak) dan ilmu (mengetahui), karena seandainya Alloh tidak bersifat seperti itu, maka tidaklah mungkin untuk bisa mewujudkan makhluq (khawadits) sedikitpun, sehingga tidak ada sesuatupun yang membutuhkan-Nya. Bagaimana itu terjadi?, padahal Alloh-lah dzat yang segala sesuatu selain-Nya, sangat membutuhkan-Nya.

6. Dari butuhnya segala sesuatu selain-Nya pada-Nya, juga mewajibkan Alloh bersifat wahdaniyyah (esa), karena seandainya ada dzat kedua selain Alloh yang mempunyai sifat ketuhanan (uluhiyyah), maka pastilah tidak ada sesutupun yang membutuhkan-Nya, karena lemahnya kedua dzat itu, ketika hal itu terjadi. Bagaimana itu terjadi?, padahal Alloh-lah dzat yang segala sesuatu selain-Nya, sangat membutuhkan-Nya.

7. Dari butuhnya makhluq akan Alloh, juga bisa diambil pengertian bahwa tidak ada sesuatupun yang bisa memberi bekas (pengaruh,ta’tsiir) pada sesuatu yang mumkin, sedikitpun. Andai ada, maka pastilah bekas itu tidak membutuhkan Alloh swt, padahal Alloh adalah dzat yang segala sesuatu selain-Nya, membutuhkan- Nya. Ketiadaan pemberian pengaruh/bekas pada sesuatu yangmumkin, itu terjadi bila kita mengira-ngirakan ada sesuatu (yangmum kin) yang bisa memberi bekas dengan wataknya (thob’iy). Sedang bila kita mengira-ngirakan sesuatu itu memberi pengaruh/bekas dengan suatu kekuatan yang ada padanya, yang berasal dari Alloh, sebagimana sangkaan banyak orang bodoh (kaummu’tazilah), itu semua mustahil, karena ketika hal itu terjadi, maka Alloh jadi butuh suatu perantara (waasithoh) dalam penciptaan sebagian perbuatan-Nya. Dan itu semua batal, berdasar apa yang telah kita ketahui dari wajibnya ketidakbutuhan Alloh dari segala sesuatu selain diri-Nya. Sudah cukup jelaslah cakupan makna dari ucapan laa ilaaha illal-lloh, yang mengandung 3 macam hal yang wajib diketahui oleh orang mukallaf, yakni tentang sifat wajib, mustahil dan jaiz yang hak bagi Alloh swt.

8. Adapun ucapanm uham ma dur-rosulullo h, maka disitu masuk iman kepada nabi- nabi yang lain, malaikat, kitab-kitabsamawiy, hari akhir, serta qodho dan qodar. Karena nabi Muhammad datang dengan membenarkan kesemuanya itu.

9.Dari lafadz itu juga bisa diambil pengertian :

a.wajibnya sifat shidhq bagi para rosul.

b.mustahilnya sifat kidzb bagi mereka, jika tidak begitu maka mereka tidak akan menjadi rosul yang amanah bagi Alloh yang maha mengetahui hal-hal yang samar. c.mustahilnya mereka melakukan perbuatan yang dilarang, semuanya, karena mereka diutus supaya manusia tahu perkataan, perbuatan dan diam mereka, sehingga pasti tidak ada yang menentang perintah Alloh swt, karena Alloh telah memilih mereka dari semua mahluq, dan memberi mereka amanat atas rahasia wahyu-Nya.

d. bolehnya mereka punya prilaku manusia umumnya (a’roodh al- basyariyyah), karena hal itu tidak membuat cacat kerosulan mereka dan ketinggian derajat mereka di sisi Alloh, bahkan semua itu malah menambah derajat dan kemuliaan mereka. Jelas sudah makna kedua kalimah syahadat itu, dengan jumlah huruf yang sedikit, mampu mengumpulkan semua hal yang wajib diketahui oleh orangmukallaf, yakni keyakinan-keyakinan tentang iman pada Alloh dan utusan-utusan-Nya.

Mungkin karena ringkasnya dan kemampuannya mencakup hal itu semua, maka syara’ menjadikannya sebagai terjemahan dari islam yang ada dalam hati, dansyara’ tidak menerima iman seorangpun, kecuali dengan kalimah syahadat itu. Oleh karenanya, sebaiknya orang yang berakal (‘aqil) memperbanyak mengucapkan kalimah syahadat sambil menghadirkan makna ‘aqo-id iman yang terkandung di dalamnya, sampai maknanya bercampur dengan daging dan darahnya, sebab tak terbilang jumlah rahasia dan keajaiban/karomah akibat melaksanakan hal itu (memperbanyak dzikir).


Menurut imam Syafi’iy, tidak cukup ucapan : Allohu ahad Muhammadur-rosuul sebagai kalimah syahadat, akan tetapi disyaratkan :

1. memakai lafadzAsyhadu

2. tahu maknanya, meski secara garis besar. Sehingga seandainya ada orang non- arab diajari pelafadzan bahasa arab, lalu ia melafadzkan dua kalimah syahadat (syahadatain) itu, sedang ia tak tahu maknanya, maka belum dihukumi masuk islam.

3.tertib/berurutan, syahadat tauhid dulu baru syahadat rosul. Jika terbalik, maka keislamannya belum sah.

4.bersambung (terus-menerus) antara pelafadzan kedua syahadat itu. Jika setelah membaca syahadat tauhid dipisah oleh waktu yang lama, baru kemudian membaca syahadat rosul, maka keislamannya belum sah.

5. yang mengucapkannya adalah orangmukallaf (baligh dan berakal). Sehingga islamnya anak kecil dan orang gila, itu tidak sah, kecuali karena mengikuti orang tua (tab’an).

6.tidak terang-terangan secara dzohir melakukan sesuatu yang bisa menghapus keislamannya. Sehingga islamnya orang yang sedang sujud pada berhala, itu tidak sah.

7. merupakan kemauannya sendiri (ikhtiar, pilihan pribadi, tidak dipaksa). Sehingga tidak sah islamnya orang yang dipaksa, kecuali bila ia termasuk golongan musuh (kharbiy) atau orangmurtad, karena memaksa kedua golongan ini untuk masuk islam, adalah haq (dibenarkan).

8. mengakui (iqroor) terhadap apa yang pernah ia ingkari, atau menarik kembali kebolehan suatu hal, apabila kufurnya sebab menentang sebagian ijma’ yang diketahui dari agama secaradhoruri (spontan, tanpa dipikir). Akan tetapi qoul mu’tamad madzhab malikiy menyatakan, tidak disyaratkan seperti itu, tetapi berputar pada lafadz yang menunjukkan pengakuan (iqroor) bahwa Alloh itu Maha Esa, dan Muhammad itu Rosululloh.


Semoga Allohswt melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, keluarga dan shahabatnya yang baik dan suci.Allohumma tsabbit qolbii ‘alaa diinik, Wal-hamdu lil-llaahi robbil ‘aalamiin…….


By: Ali Mahrus Lowayu Dukun Gresik
Ahad, 17 Agustus 2011

Terjemah Kitab Ta’limul Muta’allim - Fasal 13

Karya: Syekh Az-Zarnuji


Bimbingan Untuk Para Penuntut Ilmu – Kitab Ta’limul Muta’allim

فصل

فيما يجلب الرزق وفيما يمنع

وما يزيد فى العمر وما ينقص

FASAL XIII

HAL-HAL YANG MENDATANGKAN RIZKI DAN MENJAUHKAN DAN YANG MEMPERPANJANG USIA SERTA YANG MEMOTONG
Saran Extern Untuk Belajar

ثم لابد لطالب العلم من القوة ومعرفة ما يزيد فيه وما يزيد فى العمر والصحة ليتفرغ فى طلب العلم، وفى كل ذلك صنفوا كتبا، فأوردت بعضها هنا على سبيل الإختصار.

Kemudian dari pada itu, sudah semestinya pelajar butuh makanan. Dengan demikian, perlulah mengetahui hal-hal apa yang dapat mendatangkannya secara lebih banyak, mengetahui hal-hal yang menyebabkan panjang usia dan badan sehat. Agar dengan begitu, bisa mempertahankan konsentrasi belajarnya. Untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut, telah banyak para ulama’ yang menyusun kitabnya. Disini hanya akan kami kemukakan dengan singkat saja.
Pendatang Rizki

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا يرد القدر إلا بالدعاء، ولا يزيد فى العمر إلا البر، فإن الرجل ليحرم من الرزق بذنب يصيبه. ثبت بهذا الحديث أن إرتكاب الذنب سبب حرمان الرزق خصوصا الكذب فإنه يورث الفقر, وقد ورد فيه حديث خاص

Rasulullah saw bersabda : ‘Hanyalah do’a yang merubah taqdir, dan hanyalah kebaktian yang bisa menambah usia. Dan sesungguhnya lantaran perbuatan dosanya, rizki seseorang menjadi tertutup. Terutama berbuat dusta adalah mendatangkan kefakiran, sebagaimana dalam hadist lain, secara khusus telah dikemukakan.

وكذا نوم الصبحة يمنع الرزق, وكثرة النوم تورث الفقر, وفقر العلم أيضا. قال القائل شعرا:

سرور الناس فى لبس اللباس وجمع العلم فـى ترك النعاس

وقال: أليس مــــــن الحزن أن لياليا تمر بلا نفع وتخسر من عمر

وقال أيضا: قـــــم الليل يا هذا لعلك ترشد إلى كم تنام الليل والعمر ينفد

Demikian pula, tidur di pagi hari dan banyak tidur, keduanya mengakibatkan kemelaratan harta. Dan juga kemelaratan ilmu. Penyair berkata:
Kebahagian hati terletak pada memakai sandangan

Tidak mengantuk, jadi kuncinya ilmu terkumpulkan
Bukankah kerugian, jikalau telah bermalam-malaman

Tanpa manfaat umur berjalan
Jagalah di malam hari, mungkin di sini tiba petunjukmu

Berapa malam engkau tidur melulu

Sedang umurmu ikut berlalu

والنوم عريانا, والبول عرينا، والأكل جنبا, والأكل متكئا على جنب, والتهاون بسقوط المائدة, وحرق قشر البصل والثوم, وكنس البيت فى الليل بالمنديل, وترك القمامة فى البيت, والمشي قدام المشايخ, ونداء الوالدين باسمهما, والخلال بكل خشبة, وغسل اليدين بالطين والتراب, والجلوس على العتبة, والاتكاء على أحد زوجي الباب, والتوضؤ فى المبرز, وخياطة الثوب على بدنه, وتجفيف الوجه بالثوب, وترك العنكبوت فى البيت, والتهاون فى الصلاة, وإسراع الخروج من المسجد بعد صلاة الفجر, والإبتكار بالذهاب إلى السوق, والابطاء فى الرجوع منه, وشراء كسرات الخبز من الفقراء, والسؤال, ودعاء الشر على الوالد, وترك تخمير الأوانى وإطفاء السراج بالنفس: كل ذلك يورث الفقر, عرف ذلك بالآثار

Tidur dengan telanjang, kencing dengan telanjang, makan dalam keadaan junub atau sambil bertelekan, membiarkan sisa makanan berserakan, membakar kulit berambang atau dasun, menyapu lantai dengan kain, atau di waktu malam, Membiarkan sampah berserakan mengotori rumah, lewat di depan pini sepuh, Memanggil orang tua tanpa gelar (seperti pak, mas, dan sebagainya.) membersihkan sela gigi dengan benda kasar, melumurkan debu atau debu pada tangan, duduk di beranda pintu, bersandar pada daun pintu, berwudhu di tempat orang istirahat, menjahit pakaian yang sedang di pakai, menyeka muka dengan kain, membiarkan sarang lebah berada dirumah, meringankan shalat, bergegas keluar masjid setelah shalat Shubuh, pergi ke pasar pagi-pagi, membeli makanan dari peminta-minta, mendo’akan buruk kepada anak, membiarkan wadah tidak tertutupi, mematikan lampu dengan meniup, kesemuanya itu dapat mendatangkan kepakiran sebagaimana yang diterangkan dalam atsar.

وكذا الكتابة بالقلم المعقود، والامتشاط بالمشط المنكسر، وترك الدعاء للوالدين، والتعمم قاعدا، والتسرول قائما، والبخل والتقتير، والإسراف، والكسل والتوانى والتهاؤن فى الأمور. وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: استنزلوا الرزق بالصدقة

Dan Lagi : Menulis dengan pena rusak, menyisir dengan sisir yang rusak, tidak mau mendo’akan bagus kepada orang tua, memakai serban sambil berdiri, memakai celana sambil duduk, kikir, terlalu hemat, atau berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta, bermalasan dan menunda atau menyepelekan suatu urusan semuanya membuat fakir seseorang. Rasulullah saw bersabda : “Himbaulah datangnya rizki dengan cara bersedekah.”

والبكور مبارك يزيد فى جميع النعم خصوصا فى الرزق. وحسن الحظ من مفاتيح الرزق وبسط الوجه وطيب الكلام يزيد فى الحفظ والرزق. وعن الحسن بن على: كنس الفناء وغسل الإناء مجلبة للغنى.

Bangun pagi-pagi itu di berkahi dan membawa berbagai macam kenikmatan, khususnya rizki. Bisa menulis bagus itu adalah pintu rizki. Air muka berseri dan tutur kata manis akan menambah banyak rizki. Disebut dari Al-Hasan bin Ali ra.: “Menyapu lantai dan mencuci wadah, menjadi sumber kekayaan”.

وأقوى الأسباب الجاذبة للرزق إقامة الصلاة بالتعظيم والخشوع، وتعديل الأركان وسائر واجباتها وسننها وآدابها، وصلاة الضحى فى ذلك معروفة، وقراءة سورة الواقعة خصوصا فى الليل وقت النوم، وقراءة الملك، والمزمل، والليل إذا يغشى وألم نشرح لك، وحضور المسجد قبل الأذان، والمداومة على الطهارة، وأداء سنة الفجر والوتر فى البيت. وأن لا يتكلم بكلام الدنيا بعد الوتر

Penyebab terkuat untuk memperoleh rizki adalah melakukan shalat dengan rasa ta’dzim, khusu, dengan menyempurnakan segala rukun, wajib, sunah dan adabnya. Demikian pula melakukan shalat dhuha, seperti yang telah dikenal. Juga membaca surat waqi’ah, khususnya di malam hari sewaktu orang tertidur; membaca surat Al-Mulk, Al-Muzammil, Al-lail dan Al-insyirah; telah datang di mesjid sebelum dikumandangkan adzan; selalu suci; melakukan shalat sunat sebelum shubuh; dan melakukan shalat witir di rumah, lalu jangan berbicara urusan dunia sesudahnya dilakukan.

ولا يكثر مجالسة النساء إلا عند الحاجة

Termasuk penyebabnya lagi, yaitu jangan terlampau banyak bergaul dengan wanita, kecuali bila ada keperluan yang baik.

وأن لا يتكلم بكلام لغو. وقيل: من اشتغل بما لا يعنيه فاته ما يعنيه. قال بزرجمهر: إذا رأيت الرجل يكثر الكلام فاستيقن بجنونه.

Jangan pula omong kosong yang tidak berguna untuk agama dan dunianya. Ada dikatakan : “siapa yang tersibukkan oleh perbuatan yang tanpa guna bagi dirinya.” Maka yang semestinya akan berguna menjadi terlewat darinya. “Bazarjamhar berkata: “Bila melihat orang yang banyak bicara, percayalah ia telah gila.”

وقال على رضى الله عنه: إذا تم العقل نقص الكلام.

قال المصنف رحمه الله : واتفق لى فى هذا المعنى شعرا:

إذا تم عقل المرء قل كلامـــه وأيقن بحمق المرء إن كان مكثرا

النطق زين والسكوت سلامة فإذا نطقت فلا تكون مكــــــــــثرا

ما ندمت على سكوت مــــرة ولقد ندمت على الكلام مــــــرارا

Ali ra telah berkata : “Bila telah sempurna akal pikiran, maka menguranglah ucapan.” Pengarang kitab berkata : kugubah syi’ir yang bersesuaian dengan ma’na perkataan itu:
Jikalau orang berakal sempurna, sedikitkan bicara

Bila seorang banyak bicara

Dialah tolol yakini dia

Lain orang berkata :
Bicara adalah hiasan, diam itu keselamatan

Bila kamu berbicara, makanya jangan berlebihan
lantaran diam, engkau menyesal, tapi sekali

karena omong, kamupun menyesal berkali-kali

وأما ما يزيد فى الرزق: أن يقول كل يوم بعد انشقاق الفجر إلى وقت الصلاة: سبحان الله العظيم وبحمده، سبحان الله العظيم وبحمده، وأستغفر الله العظيم وأتوب إليه مائة مرة، وأن يقول: لا إله إلا الله الملك الحق المبين كل يوم صباحا ومساء مائة مرة.

Diantara perbuatan yang menambah rizki lagi, adalah membaca do’a di waktu antar terbit fajar hingga masuk waktu shalat. Do’anya yaitu : Subhannallahil wabihamdihi astagfirullahu wa atubu ilaihi.

Artinya : (Maha Suci Allah Maha Agung, Maha Suci Allah dan dengan pujin-Nya, kumohon ampunan dan bertobat kepada-Nya) berulang 100 kali.

وأن يقول بعد صلاة الفجر كل يوم: الحمد لله، وسبحان الله، ولا إله إلا الله، ثلاثا وثلاثين مرة، وبعد صلاة المغرب أيضا، ويستغفر الله تعالى سبعين مرة بعد صلاة الفجر، ويكثر من قول: لا حول ولا قوة إلا بالله العلى العظيم، والصلاة على النبى صلى الله عليه وسلم

Setiap pagi dan petang membaca do’a : Laillaha illallahul malikul haqqul mubin. (Tiada Tuhan selain Allah, Raja yang Benar dan Maha Jelas) berulang 100 kali; tiap-tiap sesudah pajar dan magrib berdo’a : Al-Hamdulillahi wasubhanallohi wala ilaha illallah. (Segala puji bagi Allah, Maha suci Allah dan tiada tuhan selain Allah) berulang 33 kali. sesudah shalat shubuh membaca istigfar 70 kali; memperbanyak ucapan : Lahaula wala kuwwata illa billahil a’liyyil a’dzim (Tiada daya dan kekuatan melainkan dari pertolongan Allah yang Mha Mulya Lagi Maha Agung) beserta shalawat Nabi saw.

ويقول يوم الجمعة سبعين مرة : اللهم أغننى بحلالك عن حرامك واكفنى بفضلك عمن سواك.

ويقول هذا الثناء كل يوم وليلة : أنت الله العزيز الحكيم, أنت الله الملك القدوس, أنت الله الحكيم الكريم, انت الله خالق الخير والشر, أنت الله خالق الجنة والنار, أنت الله عالم الغيب والشهادة, أنت الله عالم السروأخفى, أنت الله الكبير المتعال, أنت الله خالق كل شيئ واليه يعود كل شيئ, أنت الله ديان يوم الدين, لم تزل ولا تزال, أنت الله لا إله إلا أنت الأحد الصمد, لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد, أنت الملك القدوس السلام المؤمن العزيز الجبار المتكبالمهيمن رلا إله إلا أنت الخالق البارئ المصور له الأسماء الحسنى يسبح له ما فى السموات والأرض وهو العزيز الحكيم.

Di hari jum’at membaca : Allahumma agnini bihalalika a’nharomika wakfini bifadlika a’man siwaka (Ya Allah cukupkan aku dengan yang halal dari yang haram, cukupilah aku dengan anugrahmu daripada selain Kamu) berulang 70 kali; setiap siang dan malam, membaca pujian : Antallahul a’jijul hakim antallahul malikul kuddusu antallahu halimul karimu antllahu kholikul khoiri wa syarri antallahu kholikul jannati wan nari a’limul ghoibi wasyahadati a’limus syirri wa akhfa antallahul khabirul muta’alu antallahu kholiku khulli syai’in wailaihi yau’du kulli syai’in antallahu dayyanu yaumiddinni lam tajal wala tajalu antallahu lailla hailla anta antallahul ahadhus shamadu lam yalid walam yulad walam yakul lahu khufuwan ahad antallahu laillaha illa antar rohmanur rohimu antallahu laillaha illa antal khilikul bari’ul mushowwiru lahul asma’ul khusna yusabbihu lahu ma pissamawati wal ardhi wahuwal a’jijul hakim. (Engkaulah Allah Yang Maha Mulya dan lagi Maha Bijaksana).
Penambah Usia

وأما ما يزيد في العمر: البر, وترك الأذى, وتوقير الشيوح, وصلة الرحم, وأن يقول حين يصبح ويمسى كل يوم ثلاث مرات : سبحان الله ملء الميزان, ومنتهى العلم, ومبلغ الرضا, وزنة العرش. ولا إله إلا الله ملء الميزان, ومنتهى العلم وزنة العرش. والله أكبر, ملء الميزان, ومنتهى العلم, ومبلغ الرضا, وزنة العرش

Diantara sebab usia menjadi panjang, ialah berbuat bakti, menyingkiri perbuatan yang menyakitkan orang lain, menghormati sesepuh dan bersilatu rahmi. Demikian pula, di setiap pagi dan sore selalu membaca : Subhanallahi milal mijani wamuntahal ilmi wamablaghar ridha wajinatal arsyi wala illaha illallahu mil’al mijani wamuntahal ilmi wamablaghar ridha wajinatal arsyi wallahu akbar mil’al mijani wamuntahal ilmi wamablaghar ridha wajinatal arsyi. (Maha suci Allah dengan sepenuh mijan sejauh ilmu sejauh ridha setimbang arasy, tiada tuhan selain Allah dengan sepenuh mizan sejumlah ilmu sejauh ilmu setimbang arasy, dan Allah Maha Agung dengan sepenuh mizan sejumlah ilmu sejauh ridha setimbang arasy berulang 3 kali)

وأن يتحرز عن قطع الأشجار الرطبة إلا عند الضرورة, وإسباغ الوضوء والصلاة بالتعظيم, والقرآن بين الحج والعمرة, وحفظ الصحة

Disamping itu, hendaknya jangan menebang pepohonan yang masih hidup kecuali atas terpaksa, melakukan wudlu dengan sempurna, melakukan shalat dengan ta’dhim, haji qiran dan memelihara kesehatan.
Kesehatan Badan

ولا بد أن يتعلم شيئا من الطب, ويتبرك بالآثار الواردة فى الطب التى جمعها الإمام أبو العباس المستغفري في كتابه المسمى : بطب النبى عليه السلام, يجده من يطلبه (فهو كتاب مشهور)

Tiada boleh tidak, seseorang harus tahu sebagian ilmu kesehatan, dan mengambil berkah dari beberapa atsar mengenai kesehatan. Hal ini sebagaimana terhimpun dalam buku Syaikhul Imam Abul Abbas Al-Mustaghfiri yang berjudul “Thibin Nabi Saw.” Buku ini bisa ditemukan oleh orang yang mau mencarinya.
]والحمد لله على التمام, وصلى الله على سيدنا محمد أفضل

الرسل الكرام, وآله وصحبه الأئمة الاعلام, على

ممر الدهور وتعاقب الأيام, آمين. [

Segal puji bagi Allah, Shalawat dan Salam semoga melimpah kepada baginda Muhammad, Rasul paling utama lagi Mulia.

TAMAT

التعريف بالمؤلف

برهان الإسلام الزرنوجى

baca juga...............012345678910111213

Terjemah Kitab Ta’limul Muta’allim - Fasal 12

Karya: Syekh Az-Zarnuji



Bimbingan Untuk Para Penuntut Ilmu – Kitab Ta’limul Muta’allim

فصل

فيما يورث الحفظ وفيما يورث النسيان

FASAL XII

HAL-HAL YANG MEMBUAT HAFAL DAN MUDAH LUPA
Beberapa Sebab Kuat Hafalan

وأقوى أسباب الحفظ: الجد والمواظبة، وتقليل الغذاء، وصلاة الليل، وقراءة القرآن من أسباب الحفظ.

قيل: ليس شيئ أزيد للحفظ من قراءة القرأن نظرا، والقراءة نظرا أفضل لقوله عليه الصلاة والسلام: أعظم أعمال أمتى قراءة القرآن نظرا

Yang paling kuat menyebabkan mudah hafal adalah kesungguhan, kontinuitas, mengurangi makan dan shalat di malam hari. Membaca Al-Qur’an termasuk penyebab hafalan seseorang, ada dikatakan : “Tiada sesuatu yang lebih bisa menguatkan hafalan seseorang, kecuali membaca Al-Qur’an dengan menyimak. “Membaca Al-Qur’an yang dilakukan dengan menyimak itu lebih utama, sebagaimana sabda Nabi saw : “Amalan umatku yang paling utama adalah membaca Al-Qur’an dengan menyimak tulisannya.”

ورأى شداد بن حكيم بعض إخوانه فى المنام، فقال لأخيه: أى شيئ وجدته أنفع؟ قراءة القرآن نظرا.

Syaddad bin Hakim pernah bermimpi ketemu temannya yang mati, lalu bertanya: “Perbuatan apakah yang engkau rasakan lebih bermanfaat? Jawabnya : “membaca Al-Qur’an dengan menyimak tulisannya.”

ويقول عند رفع الكتاب: بسم الله وسبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله، والله اكبر، لا حول ولا قوة إلا بالله العلى العظيم العزيز العليم، عدد كل حرف كتب ويكتب أبد الآبدين ودهر الداهرين. ويقول بعد كل مكتوبة : آمنت بالله الواحد الأحد الحق، وحده لا شريك له، وكفرت بما سواه

Termasuk penguat hafalan lagi, yaitu waktu mengambil buku berdo’a: Bimillahi wasubhanallohi walhamdulillahi wala illaha illallohu wallohu akbar wala haula wala kuwwata illa billahil a’liyyil a’zhimil a’jijil a’limi a’dada kulli harfin kutiba wayuktabu abadal abidina wadahroddahirina.

Artinya : (Dengan menyebut Asnma Allah, Maha suci Allah, segal puji milik Allah dan tiad tuhan selain Allah yang Maha Agung, tiada daya dan kekuatan selain atas pertolongan Allah Yang Maha Mulya Agung Luhur Lagi Mah Mengetahui, sebanyak huruf yang tertulis dan akan di tulis, berabad-abad dan sepanjang masa). Dan setiap selesai menulis berdo’a : Amantu billahil wahidi wahdahu lasyarika lahu wakapartu bima siwahu.

Artinya: (Aku beriman kepada Allah Yang Tunggal, Maha Esa, berkesendirian tiada teman dalam ketuhannaNya, dan saya hindari dari bertuhan kepad selainNya.)

ويكثر الصلاة على النبى عليه السلام فإن ذكره رحمة للعالمين. [قال الشافعى رضى الله عنه:]

شكوت إلى وكيع سوء حفظى [فأرشدنى] إلى ترك المعاصى

فإن الحفظ فضل مــــــــن الله وفضل الله لا يعطى لعاصـــــى

Dan dengan banyak membaca shalawat Nabi saw. Karena shalawatlah yang menjadi dzikir seluruh alam. Syi’ir disebutkan :
Aku laporkan kepada ki Waki’; hafalanku lemah

Ia menunjuki, agar kutinggal laku maksiat
Hafalan itu, sebagai anugrah dari sisi Tuhan

Orang yang maksiat tak diberi anugrah dari Tuhan

والسواك وشرب العسل وأكل الكندر مع السكر وأكل إحدى وعشرين زبيبة حمراء كل يوم على الريق يورث الحفظ ويشفى من كثير من الأمراض والأسقام، وكل ما يقلل البلغم والرطوبات يزيد فى الحفظ، وكل ما يزيد فى البلغم يورث النسيان.

Bersiwak, minum madu, makan kandar (kemenyan putih), bercampur gula dan menelan buah zabib merah 21 butir setiap hari, kesemuanya dapat mempermudah hafal lagi dapat mengobati berbagai macam penyakit. Segala sesuatu yang bisa mengurangi pelendiran dahak dan mengurangi pelemakan kulit badan yang diakibatkan terlalu banyak makan, adalah juga bisa memperkuat hafalan. Sesuatu yang memperbanyak lendir dahak, akan membuat orang jadi pelupa.
Penyebab Lupa

وأما ما يورث النسيان فهو: المعاصى وكثرة الذنوب والهموم والأحزان فى أمور الدنيا، وكثرة الإشتغال والعلائق، وقد ذكرنا أنه لا ينبغى للعاقل أن يهتم لأمر الدنيا لأنه يضر ولا ينفع، وهموم الدنيا لا تخلو عن الظلمة فى القلب، وهموم الآخرة لا تخلو عن النور فى القلب، ويظهر أثره فى الصلاة، فهم الدنيا يمنعه من الخيرات، وهم الآخرة يحمله عليه

Penyebab lupa adalah laku maksiat, banyak dosa, gila dan gelisah karena urusan dunia. Seperti telah kami kemukakan di atas, bahwa orang yang berakal itu jangan tergila-gila dengan perkara dunia, karena akan membahayakan dan sama sekali tidak ada manfaatnya. Gila dunia tak lepas dari akibat kegelapan hati, sedang gila akhirat tak lepas dari akibat hati bercahaya yang akan tersakan di kala shalat. Kegilaan dunia akan menghalangi berbuat kebajikan, tetapi kegilaan akhirat akan membawa kepada amal kebajikan.

والإشتغال بالصلاة على الخشوع وتحصيل العلم ينفى الهم والحزن، كما قال الشيخ نصر بن الحسن المرغينانى فى قصيدة له:

استعن نصر بن الحسن فــــــــى كل علم يحتـزن

ذاك الذى ينفى الحــزن وما سواه باطل لا يؤتمن

Membuat dirinya terlena melakukan shalat dengan khusu dan mempelajari ilmu pengetahuan itu dapat menghilangkan kekacauan dalam hati, sebagaimana tersebut di dalam gubahan Syaikhul Islam Nasrhr Ibnul Hasan Al-Marghibani :
Pohonlah inayah, oh Nasr putra Al-Hasan

Untuk mencapai ilmu yang tersimpan
Hanya itu, yang bisa membuang duka

Selain itu, jangan percaya

والشيخ الإمام الأجل نجم الدين عمر بن محمد النسفى قال فى أم ولد له:

سلام على مـــــــــن تيمتنى بظرفـها ولمعة خــــــــدها ولمحة طرفها

سبتنى وأصبتنى فـــــــــــــتاة مليحة تحيرت الأوهام فى كـنه وصفها

فقلت: ذرينى واعذرينــــــــى فإننـى شغفت بتحصيل العلوم وكــشفها

ولى فى طلاب الفضل والعلم والتقى غنى عن غناء الغانيات وعرفها

Syaikhul Imam Najmuddin Umar bin Muhammad An-Nasafi dalam menyifati jariyah Ummi waladnya, tergubah beberapa bait syi’ir :
Salamku buat si dia, yang membuatku terpesona karena lembut tubuhnya

Halus pipinya dan giuran kerdipan matanya
Si cantik molek, diriku jadi tertahan, hatikupun tertawan

Hati kebingungan, bila bermaksud tuk menggambarkan
Aku berkata : tinggalkan daku, maafkan aku

Karena kusibuk membuka jalan dan menuntut ilmu
Selama aku mencari utama dan taqwa

Tak perlu lagi, rayuan si cantik dan harum baunya

وأما أسباب نسيان العلم: فأكل الكزبرة الرطبة، والتفاح الحامض، والنظر إلى المصلوب، وقراءة الخط المكتوب على حجارة القبور، والمرور بين قطار الجمال، وإلقاء القمل الحي على الأرض، والحجامة على نقرة القفا، كلها يورث النسيان 

Sebab-sebab yang membuat mudah lupa, yaitu makan ketumbar, buah apel masam, melihat salib, membaca tulisan pada kuburan, berjalan disela-sela unta terakit, membuang ke tanah kutu yang masih hidup, dan berbekam pada tengkuk kepala. Singkirilah itu semua, karena membuat orang jadi pelupa.

baca juga...............012345678910111213